Kamis, 07 Juni 2018

Khutbah Jum'at “Hikmah Hijrah”


HIKMAH HIJRAH

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي اَعَزَّ رَسُولَهُ بِالْهِجْرَةِ مِنْ مَكَّةِ اِلَى الْمَدِيْنَةِ  وَزَوَّدَهُ بِالصَّبْرِ وَالثَّبَاتِ وَالسَّكِيْنَةِ. أَشْهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ جَعَلَ اْلإِسْلاَمَ دِيْناً وَأَمْناً وَسَعَادَةً وَنَجَاةً يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ اْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمُ النَّبِيَّيْنَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اتَّبَعَهُمْ بإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا بَعْدُ.
أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاشْكُرُوْهُ فَلَقَدْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.
قال الله تعالى  أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا َعظِيمًا 
Jamaah jum’at yang dimuliakan Allah
Alhamdulillah, di hari ini, hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam  menyebutnya sebagai penghulu hari, karena dihari jum’at inilah Adam diciptakan, dunia diciptakan, dan di hari ini pula dunia akan berakhir.
Khotib berwasiat kepada diri khotib khususnya dan jama’ah pada umumnya agar senantiasa istiqomah dalam kebaikan dan kebenaran, meningkatkan selalu keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT


Tema Khutbah Jumat ini adalah : “Hikmah Hijrah”

Kalau tahun baru Masehi banyak orang bersemangat merayakannya. Gegap gempita perayaannya terjadi di berbagai belahan dunia, dari kota terasa sampai ke pelosok desa. Mengapa orang-orang merayakannya, itu dikarenakan ada harapan-harapan besar di tahun baru tersebut, Karyawan yang berharap kenaikan gaji, perbaikan posisi, pebisnis yang berharap iklim investasi kondusif. Bagi yang belum punya pasangan berharap  menikah, yang belum punya rumah berharap punya rumah, punya kendaraan dan berbagai harapan duniawi lainnya itulah yang disebut mereka dengan istilah Resolusi.

Untuk umat Islam sudah sepatutnya  memasuki tahun baru Hijriah ini dengan gembira, optimis dan bersemangat. Tahun baru Islam 1 Muharam yang kita peringati setiap tahun hendaknya menjadi momentum peningkatan Amalan Agama dan Ibadah kita kepada Allah SWT. Bukankah banyak perintah Allah yang berkaitan dengan tanggal dan bulan Hijriah. Zakat Mal disebut sudah haul  atau 1 tahun dihitungnya berdasarkan kalender Hijriah, Haji hanya ada di bulan Zulhijah, Puasa Wajib dilaksanakan bulan Ramdhan atau bulan ke delapan Hijriah.

Apa harapan kita ditahun ini, amal agama apa yang akan kita lakukan, ibadah apa yang akan kita tingkatkan, sudahkah kita meniatkan setidaknya mengangankan proyek-proyek akhirat kita, misal : yang belum melaksanakan Sholat 5 waktu marilah ditahun baru Hijriah ini kita sempurnakan ibadah sholat kita, yang sholat tapi belum ke masjid mari kita ramaikan masjid kita dengan sholat berjama’ah, yang mampu dari sisi ekonomi ayo daftar haji di tahun ini, yang belum berzakat mulai rencanakan membayar zakat bukan hanya zakat fitrah, zakat harta juga kita laksanakan, atau mungkin sudah ada yang merencanakan berwakaf baik itu tanah, bangunan, sumur mari kita eksekusi tahun ini, tahun depan belum tentu milik kita lagi. Harapan-harapan seperti itulah semestinya yang menjadi target pelaksanan dan kita bersemangat, bergembira melakukannya.

Hadirin Rahimakumulloh...
Dalam rangkaian peristiwa hijrah ada satu  peristiwa penting dimana Rasulullah SAW dan Abu Bakar R.A. bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran para pemuda Quraisy yang disebar untuk mencari dan membawa Rasululloh SAW  hidup atau mati. di dalam gua Tsur terlihat wajah Abu Bakar pucat, tegang dan cemas. Langkah kaki para pemuda Quraisy terdengar begitu jelas dari dalam gua, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu dari kaum Quraisy itu. berkata Abu Bakar kepada Rasulullah.  “Wahai Rasulullah, bilamana salah satu dari mereka melihat ke bawah kedua kakinya, maka kita akan ketahuan”. Rasulullah memandang Sahabatnya Abu Bakar R.A. ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar :(لا تحزن إن الله معنا )  Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita”.

Peristiwa ini diabadikan dalam Qs. At Taubah:40
 











Artinya : “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah),         sedang Dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

Itulah teladan penting bagi kehidupan seorang muslim dari sang jujungan Rasululloh SAW. Suatu yang manusiawi seseorang merasa takut, cemas, khawatir dalam kehidupan ini, tapi dengan Iman kita diajarkan untuk senantiasa optimis. Ketika perasaan bersama Allah membuat tenang, maka tidak ada masalah yang besar, hanya Allah Yang Maha Besar.

Sering kali kita dihadapkan dengan ujian hidup. Ada yang begitu berat untuk dihadapi, ada pula yang ringan untuk diselesaikan. Tapi satu hal yang perlu kita sadari, setiap manusia pasti mendapatkan ujian. Semua orang menghadapi masalahnya masing-masing. Ada yang diuji dengan sakitnya , diuji dengan kesempitan hidup. cobaan hidup yang beruntun, kehilangan pekerjaan, rezeki terasa sulit, hutangpun melilit.

Tapi tenanglah, tegarlah, tentramkanlah hati karena Allah bersama kita. Karena di balik semua ujian yang ada, Allah berjanji tidak akan pernah memberikan ujian kepada kita dengan melampaui batas kemampuan dari hambanya, yang diabadikan dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 286 :












Artinya : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum yang kafir."

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah..
Allah menguji kita bukan karena Dia menyusahkan diri kita, tetapi Dia ingin mengetuk hati kita yang tidak pernah lelah bermain dengan dunia agar kita kembali lurus pada jalan Nya, Ingatlah, Allah tidak pernah melupakan kita tetapi mungkin kita yang selalu melupakanNya, melupakan ayat-ayatNya, melupakan nikmat-nikmat yang telah kita pinjam dariNya..

Jangan bersedih, kerana qadha’ telah ditetapkan, sesuatu yang ditakdirkan telah terjadi, pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah pun dilipat, dan setiap perkara telah ditetapkan! Betapapun, kesedihan kita tidak dapat mendahulukan atau memundurkan kenyataan yang terjadi, dan tidak juga mampu menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan.

Peristiwa Abu Bakar di atas pun, kita bisa belajar bagaimana kita seharusnya Optimis manjalani hidup ini, dan  memilih teman yang mampu mengingatkan kepada Allah. Ketika perasaan takut, kalap, dalam menghadapi ujian hidup ada teman yang selalu mengingatkan kita kepada Allah. Ketika wajah Abu Bakar pucat, tegang melihat pemuda Quraisy yang semakin mendekati mereka, yang sewaktu-waktu bisa ketahuan, ada Rasulullah yang memberikan ketenangan hati.. Ketika banyak masalah datang setidaknya ada yang memberikan ketenangan , agar kita tidak semakin terpuruk dan tenggelam terlalu dalam dengan masalah yang menghampiri kita. Teman yang mampu memberikan ketenangan hati inilah,yang mampu mengingatkan kepada Allah, yang kita butuhkan ketika masalah datang. Seperti ucapan Rasulullah yang penuh makna kepada sahabatnya Abu Bakar R.A. : “Jangan khawatir, Allah bersama kita” Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana.

Sehingga pada akhirnya ketika perasaan bersama Allah sudah ada pada diri kita. Ketika perasaan bersama Allah membuat tenang, maka tidak ada masalah yang besar. Yang ada hanya Allah Yang Maha Besar. “Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah bersama kita.” Laa Tahzan, Innallaha Ma’ana.”

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ









Tidak ada komentar:

Posting Komentar