HIKMAH HIJRAH
اَلْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِي اَعَزَّ رَسُولَهُ بِالْهِجْرَةِ مِنْ مَكَّةِ اِلَى
الْمَدِيْنَةِ وَزَوَّدَهُ بِالصَّبْرِ وَالثَّبَاتِ وَالسَّكِيْنَةِ. أَشْهَدُ أَن لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ جَعَلَ اْلإِسْلاَمَ
دِيْناً وَأَمْناً وَسَعَادَةً وَنَجَاةً يَوْمَ اْلقِيَامَةِ، وَأَشْهَدُ أنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ إِمَامُ
اْلمُرْسَلِيْنَ وَخَاتَمُ النَّبِيَّيْنَ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ
وَأَصْحَابِهِ وَمَنِ اتَّبَعَهُمْ
بإِحْسَانٍ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا
أَمَّا
بَعْدُ.
أَيُّهَا
النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاشْكُرُوْهُ فَلَقَدْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لَأَزِيْدَنَّكُمْ
وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيْدٌ.
قال الله
تعالى أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيْمِ :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا َعظِيمًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا َعظِيمًا
Jamaah
jum’at yang dimuliakan Allah
Alhamdulillah, di
hari ini, hari yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
menyebutnya sebagai penghulu hari, karena dihari jum’at inilah Adam
diciptakan, dunia diciptakan, dan di hari ini pula dunia akan berakhir.
Khotib berwasiat
kepada diri khotib khususnya dan jama’ah pada umumnya agar senantiasa istiqomah
dalam kebaikan dan kebenaran, meningkatkan selalu keimanan dan ketaqwaan kita
kepada Allah SWT
Tema
Khutbah Jumat ini adalah : “Hikmah Hijrah”
Kalau tahun baru Masehi banyak
orang bersemangat merayakannya. Gegap gempita perayaannya terjadi di berbagai
belahan dunia, dari kota terasa sampai ke pelosok desa. Mengapa orang-orang
merayakannya, itu dikarenakan ada harapan-harapan besar di tahun baru tersebut,
Karyawan yang berharap kenaikan gaji, perbaikan posisi, pebisnis yang berharap
iklim investasi kondusif. Bagi yang belum punya pasangan berharap menikah, yang belum punya rumah berharap punya
rumah, punya kendaraan dan berbagai harapan duniawi lainnya itulah yang disebut
mereka dengan istilah Resolusi.
Untuk umat Islam sudah
sepatutnya memasuki tahun baru Hijriah
ini dengan gembira, optimis dan bersemangat. Tahun baru Islam 1 Muharam yang
kita peringati setiap tahun hendaknya menjadi momentum peningkatan Amalan Agama
dan Ibadah kita kepada Allah SWT. Bukankah banyak perintah Allah yang berkaitan
dengan tanggal dan bulan Hijriah. Zakat Mal
disebut sudah haul atau 1 tahun dihitungnya berdasarkan kalender
Hijriah, Haji hanya ada di bulan Zulhijah, Puasa Wajib dilaksanakan bulan
Ramdhan atau bulan ke delapan Hijriah.
Apa harapan kita ditahun ini,
amal agama apa yang akan kita lakukan, ibadah apa yang akan kita tingkatkan,
sudahkah kita meniatkan setidaknya mengangankan proyek-proyek akhirat kita,
misal : yang belum melaksanakan Sholat 5 waktu marilah ditahun baru Hijriah ini
kita sempurnakan ibadah sholat kita, yang sholat tapi belum ke masjid mari kita
ramaikan masjid kita dengan sholat berjama’ah, yang mampu dari sisi ekonomi ayo
daftar haji di tahun ini, yang belum berzakat mulai rencanakan membayar zakat
bukan hanya zakat fitrah, zakat harta juga kita laksanakan, atau mungkin sudah
ada yang merencanakan berwakaf baik itu tanah, bangunan, sumur mari kita
eksekusi tahun ini, tahun depan belum tentu milik kita lagi. Harapan-harapan
seperti itulah semestinya yang menjadi target pelaksanan dan kita bersemangat,
bergembira melakukannya.
Hadirin
Rahimakumulloh...
Dalam rangkaian peristiwa hijrah
ada satu peristiwa penting dimana
Rasulullah SAW dan Abu Bakar R.A. bersembunyi di Gua Tsur dari kejaran para
pemuda Quraisy yang disebar untuk mencari dan membawa Rasululloh SAW hidup atau mati. di dalam gua Tsur terlihat wajah Abu Bakar pucat,
tegang dan cemas. Langkah kaki para pemuda Quraisy terdengar begitu jelas
dari dalam gua, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu dari kaum Quraisy
itu. berkata Abu Bakar kepada Rasulullah. “Wahai Rasulullah, bilamana
salah satu dari mereka melihat ke bawah kedua kakinya, maka kita akan ketahuan”.
Rasulullah memandang Sahabatnya Abu Bakar R.A. ditepuknya punggung sahabat dekatnya
ini pelan sambil berujar :(لا تحزن إن الله معنا ) “Janganlah kamu berduka cita,
Sesungguhnya Allah beserta kita”.
Peristiwa
ini diabadikan dalam Qs. At Taubah:40![]()
Artinya
: “Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) Maka Sesungguhnya Allah telah
menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya
(dari Mekah), sedang Dia salah
seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu Dia berkata
kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, Sesungguhnya Allah beserta
kita." Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan
membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quran menjadikan
orang-orang kafir Itulah yang rendah. dan kalimat Allah Itulah yang tinggi.
Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”
Itulah
teladan penting bagi kehidupan seorang muslim dari sang jujungan Rasululloh
SAW. Suatu yang manusiawi seseorang merasa takut, cemas, khawatir dalam
kehidupan ini, tapi dengan Iman kita diajarkan untuk senantiasa optimis. Ketika
perasaan bersama Allah membuat tenang, maka tidak ada masalah yang besar, hanya
Allah Yang Maha Besar.
Sering kali
kita dihadapkan dengan ujian hidup. Ada yang begitu berat untuk dihadapi, ada
pula yang ringan untuk diselesaikan. Tapi satu hal yang perlu kita sadari,
setiap manusia pasti mendapatkan ujian. Semua orang menghadapi masalahnya
masing-masing. Ada yang diuji dengan sakitnya , diuji dengan kesempitan hidup.
cobaan hidup yang beruntun, kehilangan pekerjaan, rezeki terasa sulit, hutangpun
melilit.
Tapi
tenanglah, tegarlah, tentramkanlah hati karena Allah bersama kita. Karena di
balik semua ujian yang ada, Allah berjanji tidak akan pernah memberikan ujian
kepada kita dengan melampaui batas kemampuan dari hambanya, yang diabadikan
dalam Alquran surah Al Baqarah ayat 286 :
Artinya : “Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan Kami, janganlah
Engkau hukum Kami jika Kami lupa atau Kami tersalah. Ya Tuhan Kami, janganlah
Engkau bebankan kepada Kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau pikulkan kepada Kami
apa yang tak sanggup Kami memikulnya. beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah penolong Kami, Maka tolonglah Kami terhadap kaum
yang kafir."
Jama’ah Jum’ah
Rahimakumullah..
Allah menguji
kita bukan karena Dia menyusahkan diri kita, tetapi Dia ingin mengetuk hati
kita yang tidak pernah lelah bermain dengan dunia agar kita kembali lurus pada
jalan Nya, Ingatlah, Allah tidak pernah melupakan kita tetapi mungkin kita yang
selalu melupakanNya, melupakan ayat-ayatNya, melupakan nikmat-nikmat yang telah
kita pinjam dariNya..
Jangan
bersedih, kerana qadha’ telah ditetapkan, sesuatu yang ditakdirkan telah terjadi,
pena-pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah pun
dilipat, dan setiap perkara telah ditetapkan! Betapapun, kesedihan kita tidak
dapat mendahulukan atau memundurkan kenyataan yang terjadi, dan tidak juga
mampu menambahkan atau mengurangi apa yang telah ditetapkan.
Peristiwa
Abu Bakar di atas pun, kita bisa belajar bagaimana kita seharusnya Optimis
manjalani hidup ini, dan memilih teman
yang mampu mengingatkan kepada Allah. Ketika perasaan takut, kalap, dalam
menghadapi ujian hidup ada teman yang selalu mengingatkan kita kepada Allah.
Ketika wajah Abu Bakar pucat, tegang melihat pemuda Quraisy yang semakin
mendekati mereka, yang sewaktu-waktu bisa ketahuan, ada Rasulullah yang
memberikan ketenangan hati.. Ketika banyak masalah datang setidaknya ada yang
memberikan ketenangan , agar kita tidak semakin terpuruk dan tenggelam terlalu
dalam dengan masalah yang menghampiri kita. Teman yang mampu memberikan
ketenangan hati inilah,yang mampu mengingatkan kepada Allah, yang kita butuhkan
ketika masalah datang. Seperti ucapan Rasulullah yang penuh makna kepada
sahabatnya Abu Bakar R.A. : “Jangan khawatir, Allah bersama kita” Laa
Tahzan, Innallaha Ma’ana.
Sehingga
pada akhirnya ketika perasaan bersama Allah sudah ada pada diri kita. Ketika
perasaan bersama Allah membuat tenang, maka tidak ada masalah yang besar. Yang
ada hanya Allah Yang Maha Besar. “Janganlah berduka cita, sesungguhnya Allah
bersama kita.” Laa Tahzan, Innallaha
Ma’ana.”
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ, وَتَقَبَّلَ
مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَاسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ
فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ


Tidak ada komentar:
Posting Komentar