Kamis, 21 Januari 2016

Tugas Suami

Tugas Suami
1.      Pelindung Keluarga
Pria dan wanita adalah pilar-pilar utama pendukung sebuah keluarga. Tetapi, karena laki-laki dikaruniai suatu keistimewaan oleh Sang Maha Pencipta, dan karena kekuatan pikiran mereka lebih kuat daripada wanita, mereka dijadikan pelindung keluarga. Allah Yang Mahakuasa menjadikan laki-laki sebagai pelindung keluarga dan menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran : Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) lebih dari sebagian yang lain (wanita).... (QS 4:34).
Karena itu, pria mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menanggung keluarganya. Kaum prialah yang, dengan kebijaksanaanya, dapat menanggung keluarganya dan mempersiapkan segalanya demi kebahagiaan keluarganya dan ialah yang dapat mengubah rumahnya menjadi surga dan istrinya sebagai bidadarinya. Seorang pria yang bertanggung jawab terhadap istrinya harus mengetahui bahwa wanita juga manusia seperti laiknya pria. Mengawini wanita tidak sama dengan mengupah seorang pembantu; tetapi hal itu merupakan pemilihan sebagai pasangan dan teman yang dapat diajak untuk hidup bersama sepanjang waktu yang tersisa dalam hidup ini.  Pria harus memperhatikan dirinya serta keinginan-keinginannya; pria bukan pemilik istrinya dan sebenarnya wanita mempunyai hak-hak tertentu terhadap suaminya.

Allah SWT menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran: Dan para wanita mempunyat hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf.  Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat kelebihan daripada istrinya... (QS 2:228)

2.      Merawat Istri
      Rahasia kesejahteraan keluarga adalah bagaimana seorang suami merawat istrinya, dan ini - seperti juga tugas seorang wanita terhadap suaminya yang disamakan dengan jihad - dianggap sebagai perbuatan seorang pria yang terbaik dan sangat berharga. Tetapi pria yang sudah menikah harus mempelajari bagaimana memperlakukan istrinya hingga sang istri berubah bagaikan bidadari.
Untuk itu, seorang pria harus memahami tingkah Iaku istrinya dan tentang keinginan-keinginannya. Ia harus mengatur cara hidupnya sesuai dengan keinginan-keinginan istrinya dan hak--haknya yang sah. Ia, lewat sifat dan sikapnya, dapat mempengaruhi istrinya dengan suatu cara yang menarik dalam diri dan rumah tangganya.

3.      Cintailah Istri Anda
Seorang wanita adalah pusat segala kebaikan yang dikuasai penuh oleh perasaan. Keberadaannya tergantung pada cinta dan kasih sayang. Ia ingin dicintai oleh orang lain dan makin banyak yang mencintai makin baik. Ia sangat mengorbankan dirinya agar disukai. Sifat ini sangat kuat dalam diri wanita sehingga bila ia menyadari bahwa tak seorang pun mencintainya, ia akan menganggap dirinya gagal. Ia akan kecewa terhadap dirinya dan merasa terbuang. Karena itu, pasti orang dapat menyatakan bahwa rahasia pria yang berhasil dalam kehidupan perkawinannya adalah pengungkapan rasa cintanya kepada dirinya.
Bapak-bapak yang kami hormati !

      Istri anda, sebelum menikah dengan anda sangat menikmati cinta dan kasih sayang orang-tuanya. Kini, setelah ia menyetujui perkawinan dengan anda, setelah ia memilih untuk hidup bersama anda, ia mengharapkan anda untuk memenuhi keinginan-keinginannya dalam cinta dan kasih sayang. Ia mengharapkan anda untuk menunjukkan cinta yang Iebih daripada yang diterimanya dari orangtua dan sahabat-sahabatnya. Ia telah begitu mempercayai anda dan itulah sebabnya maka ia mempercayai anda dengan segala keberadaannya.
Rahasia perkawinan yang bahagia adalah pengungkapan cinta kepada istri anda. Bila anda ingin mendapatkan hatinya, bila anda ingin agar ia mematuhi permintaan-permintaan anda, bila anda ingin memperkuat tali perkawinan anda, buatlah agar ia mencintai anda, atau selalu setia kepada anda, atau ...,maka anda harus selalu menunjukkan kasih sayang dan mengungkapkan cinta anda kepadanya.
Bila anda tidak memberikan kasih sayang anda kepada istri, maka ia akan kehilangan daya tarik kepada rumahnya, anak-anaknya dan di atas semua itu, kepada anda. Rumah anda akan selalu dalam keadaan berantakan. Ia tidak akan sudi melakukan usaha untuk seseorang yang tidak dicintainya.
      Sebuah rumah tanpa kasih sayang akan mirip dengan neraka yang menyala, walaupun rumah itu tampak sangat rapi dan penuh dengan barang-barang. Istri anda mungkin akan menjadi sakit atau mengalami kekacauan mental. Ia mungkin akan mencari kesenangan dengan orang lain bila anda tidak memberinya kepuasan. Ia mungkin akan bersikap dingin terhadap anda dan rumah tangga sehingga ia akan menghendaki perceraian. Andalah yang bertanggungjawab terhadap semua ini karena anda telah gagal untuk memuaskannya. Memang benar, bahwa tahap-tahap perceraian terjadi karena sikap-sikap yang tidak ramah.
Persahabatan dan cinta dalam keluarga lebih berharga daripada apa pun dan karena itulah Allah telah menjadikannya tanda-tanda kekuasaan dan berkah yang luar biasa yang telah dikaruniakan kepada manusia. Al-Quran menyatakan : Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia mencip-takan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS 30:21).
Imam Shadiq a.s. menegaskan: "Barangsiapa yang menjadi sahabat kami, akan lebih mengungkapkan kebaikan hatinya kepada pasangannya.
Rasulullah saw. menyatakan: "Makin setia seseorang kepada pasangannya semakin banyak kebaikan hati yang diungkapkannya.
Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Salah satu sifat-sifat nabi Allah adalah bahwa mereka semua baik kepada istri-istri mereka.
Rasulullah saw. mengatakan: "Kata-kata seorang pria yang ditujukan kepada istrinya: 'Aku sangat mencintaimu' tak akan pernah lepas dari hati istrinya.
Cinta dan kasih sayang tentu saja harus tulus agar dapat mencapai hati seseorang, itu pun belum cukup karena mengungkapkan rasa sayang itu adalah penting. Dengan menunjukkan perasaan anda lewat kata-kata dan perbuatan, maka cinta anda akan dibalas dan hati anda pun akan mempererat ikatan cinta itu. Berterus-teranglah dan jangan segan-segan mengungkapkan rasa cinta kepada istri anda. Baik di belakangnya maupun di hadapannya anda harus memberikan pujian kepadanya. Kirimilah surat kepadanya ketika anda sedang keluar kota dan katakana bahwa anda merindukannya. Sekali-sekali belilah sesuatu untuknya. TeIeponlah ia ketika anda sedang bekerja dan tanyakan bagaimana keadaannya.
Salah satu hal.penting dalam pikiran seorang wanita adalah kata-kata pengungkapan cinta semacam ini.

4.      Hormatilah Istri Anda
      Seorang wanita bangga akan. dirinya seperti juga seorang pria. Ia ingin dihormati oleh orang lain. Ia akan tersinggung bila ia dihina atau diremehkan. Ia merasa senang bila dihormati dan akan merasa benci dengan orang-orang yang menghinakannya
Bapak-Bapak!
Istri anda pasti mengharapkan agar anda lebih menghormatinya daripada orang lain. Ia sangat berhak untuk mengharapkan pasangan hidupnya dan sahabat terbaiknya untuk merawatnya. Ia bekerja demi kesenangan anda dan anak-anak dan karena itulah ia mengharapkan anda untuk menghargai dan menghormatinya. Menghormatinya tidak akan membuat anda rendah tetapi sebenarnya ini justru akan membuktikan cinta dan kasih sayang anda kepadanya. Karena itu, hormatilah ia Iebih daripada orang lain dan berkatalah dengan sopan kepadanya. Jangan memotong pembicaraannya atau berteriak kepadanya. Panggillah ia dengan nama yang terhormat dan baik. Tunjukkan rasa hormat anda bila ia hendak duduk. Bila anda memasuki rumah dan ia lupa mengucapkan salam, maka ucapkanlah salam kepadanya.
Katakan "selamat tinggal" bila anda pergi. Jangan putus hubungan dengannya bila anda bepergian atau berada jauh dan rumah. Berkirim suratlah kepadanya.
Tunjukkanlah rasa hormat anda kepadanya bila anda berdua menghadiri suatu pertemuan. Bersungguh-sungguhlah dalam menghindari segala jenis penghinaan dan hal-hal yang menyinggung perasaan. Jangan menyalahkan atau - secara bercanda - mengganggunya. Jangan berpikir bahwa karena anda berdua ter-lalu akrab dengannya maka ia tidak keberatan anda memperolok-oloknya. Sebaliknya, ia akan membenci sikap yang demikian itu tetapi tidak mau mengungkapkannya.
Seorang wanita bangsawan, yang berusia sekitar 35 tahun, mengatakan tentang permintaan cerainya: 'Sudah 12 tahun saya menikah. Suami saya adalah orang baik-baik dan banyak sifat baik dan terpuji dalam dirinya. Tetapi ia tidak pernah mau menyadari bahwa saya adalah istrinya dan ibu dari kedua orang anaknya. Ia pikir ia adalah orang yang disukai dalam perkumpulan-perkumpulan, tetapi ia selalu mengadakan pertunjukan dengan cara menggoda saya dan menghina saya. Anda mungkin tidak percaya sampai di mana saya telah dihinanya. Jiwa saya
telah banyak terganggu hingga saya pergi kepada seorang psikiater untuk dirawat. Saya telah membicarakannya kepada suami saya berkali-kali. Saya telah memohon kepadanya untuk tidak memperlakukan saya dengan cara begitu. Saya telah mengingatkannya bahwa saya adalah istrinya, dan membicarakan umur saya serta bercanda mengenai diri saya di hadapan khalayak ramai sehingga mereka tertawa dan bersenang-senang adalah hal yang tidak layak. Saya merasa malu di depan orang banyak karena saya bukan orang yang pandai melucu. Saya tidak dapat mengikutinya. Karena permohonan saya tidak diterima oleh suami saya, maka saya memilih untuk berpisah dengannya. Saya mengerti bahwa saya tidak akan berbahagia hidup sendiri, tetapi saya tidak dapat hidup dengan seseorang yang terus menerus menghina saya.
Semua wanita mengharapkan suaminya untuk menghormati mereka dan mereka semua tidak suka dihina. Bila seorang wanita tetap diam setelah dihina oleh suami mereka, ini bukan berarti mereka suka. Bila anda menghormati istri anda, ia akan melakukan hal yang sama terhadap anda, dan karenanya hubungan anda akan makin erat. Anda pun akan dihormati oleh orang lain. Bila anda memperlakukannya secara salah dan ia merasa sakit hati, maka sekali lagi ini adalah kesalahan anda.
Duhai Bapak yang baik!
Menikah tidak sama dengan mempunyai budak. Anda tidak dapat memperlakukan orang yang merdeka sebagai budak. Istri anda telah menikah dengan anda dengan tujuan untuk hidup bersama anda dan untuk berbagi dalam kehidupan dengan laki-laki yang dicintainya. Ia mengharapkan hal yang sama dan anda seperti anda mengharapkan darinya. Karena itu, perlakukanlah ia dengan cara yang anda pun menyukainya.
Imam Shadiq a.s., mengutip kata-kata ayahnya, mengatakan: "Barangsiapa melakukan pernikahan, maka ia harus menghormati istrinya.". Rasulullah saw. mengatakan: "Barangsiapa menghormati seorang Muslim maka Allah akan memberikan kepadanya kehormatan diri.”
Rasulullah juga menegaskan: "Tidak ada orang yang meng-hormati wanita kecuali orang-orang yang murah hati, dan tidak ada orang yang akan menghinanya kecuali orang-orang yang tidak menghormati." Sebagai tambahan Rasulullah mengatakan: "Barangsiapa menghina keluarganya, maka ia akan kehilangan kebahagiaan dalam kehidupannya.

5.      Berlakulah Baik Terhadap Istri Anda
      Dunia mengambil jalan sesuai dengan pola yang teratur. Banyak kejadian terjadi dan bermunculan satu demi satu. Keberadaan kita di dunia yang luas ini bagaikan partikel-partikel kecil yang bergerak dan menempel pada partikel lain di setiap waktu. Lajunya dunia ini tidak berada di tangan kita, dan kejadian-kejadian yang timbul tidak terjadi karena keinginan kita. Sejak saat pertama orang  melangkahkan kaki keluar dari rumah pada pagi hari, sampai pada waktu ia pulang ke rumah di sore hari, orang mungkin saja menjumpai beratus-ratus keadaan yang tak menyenangkan.
Orang menjumpai banyak kesulitan besar di arena hidup ini. Mungkin anda dihina oleh orang lain, bertemu seorang teman yang tidak ramah, harus menunggu bis terlalu lama, atau telah dituduh melakukan sesuatu di tempat kerja. Kehilangan uang, dirampok, atau telah menjumpai hal-hal lain semacam itu yang dapat terjadi pada siapa saja, di mana saja.
Mungkin anda akan sangat marah dengan kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda yang membuat anda mirip dengan bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
Baik, mungkin anda berpikir bahwa anda tidak dapat menyalahkan orang lain atau dunia untuk kekecewaan anda, maka ketika pulang ke rumah, anda mengarahkan kemarahan anda kepada istri dan anak-anak. Anda memasuki rumah dan seakan-akan Izrail (malaikat pencabut nyawa) telah pulang. Anak-anak menepis bagaikan tikus-tikus di hadapan anda. Tuhan melarang anda untuk mencari-cari kesalahan !
Mungkin makanan terlalu asin atau hambar, teh anda belum siap, rumah mungkin dalam keadaan berantakan atau anak-anak ribut, dan ini memberikan alasan yang tepat bagi anda untuk marah-marah di rumah anda sendiri.
Anda kemudian naik pitam dan berteriak kepada semua orang, menyakiti mereka, memukul dan sebagainya. Kemudian anda akan mengubah rumah yang penuh dengan cinta dan persahabatan itu menjadi neraka di mana anda dan seluruh keluarga harus menderita.
Bila anak-anak dapat berlari dari rumah ke jalan, mereka akan melakukannya; dan bila tidak, mereka akan menghitung detik-detik sampai anda keluar dan rumah.
Sangat jelas, betapa menakutkan dan apatisnya keadaan yang tampak sekali di dalam rumah semacam itu. Selalu saja ada percekcokan dan perbantahan. Rumah selalu dalam keadaan berantakan, istri benci melihat wajah suaminya.
Bagaimana seorang wanita dapat hidup bahagia dengan laki-laki pemarah yang selalu bermuka masam itu ?  Yang paling buruk adalah keadaan anak-anak yang harus tumbuh di dalam lingkungan semacam itu. Pertengkaran keluarganya pasti akan meninggalkan bekas luka di dalam hati dan jiwa mereka yang sangat peka. Anak-anak yang mengalami kesulitan semacam ini cenderung akan menjadi orang agresif, pemarah, tertekan dan putus asa bila mereka dewasa nanti. Mereka akan merasa sedih sekali bila keluarganya tersesat. Mereka mungkin akan masuk ke dalam perangkap orang-orang yang menyeleweng dan melakukan kriminalitas dalam segala bentuk. Mereka mungkin akan menjadi bingung dan terganggu jiwanya sehingga dapat membahayakan jiwa orang lain atau melakukan bunuh diri.
Para pembaca disarankan untuk mengadakan penyelidikan di bidang kriminalitas. Statistik dan harian yang memberitakan masalah-masalah kriminil semua mengungkapkan kenyataan ini. Tanggung jawab dari semua ini terletak pada pemimpin keluarga yang tidak dapat mengendalikan amarahnya dan telah salah dalam memperlakukan keluarganya. Orang semacam itu tidak akan mendapatkan kedamaian di dunia dan di akhirat nanti.
            Bapak yang baik !
Kita tidak berada pada suatu posisi di mana kita dapat mengendalikan kejadian-kejadian dunia. Kecelakaan, kesulitan dan kejadian-kejadian yang menimbulkan penderitaan semuanya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan ini. Setiap orang akan mengalami kesulitan pada waktu-waktu yang berbeda. Sebenarnya, orang akan mencapai kematangan pribadi lewat kesulitan-kesulitan. Orang harus menghadapinya dengan kekuatan dan harus mencoba untuk mencari pemecahannya. Manusia mempunyai kemampuan untuk menghadapi ratusan kesulitan baik yang kecil maupun yang besar dan tidak boleh menyerah dan menganggapnya bernasib buruk.
Kejadian-kejadian dunia bukanlah satu-satunya alasan untuk marah, tetapi sebenarnya sistem saraf kitalah yang terserang oleh kejadian-kejadian semacam itu dan menyebabkan kita mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Karena, itu bila seseorang dapat mengendalikan dirinya ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup, maka orang tidak akan merasa tersinggung atau marah.
Misalnya, anda dihadapkan oleh kejadian yang tidak menyenangkan. Kejadian ini mungkin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan di mana kita tidak dapat ikut campur, atau kita mampu mempercayai keputusan itu sendiri.
Jelas, dalam kasus pertama, perasaan tersinggung kita tidak akan membantu sama sekali. Kita bersalah bila menjadi marah atau naik pitam. Kita harus ingat bahwa kita tidak bertanggung jawab atas terjadinya kejadian itu dan bahkan mencoba menyambutnya dengan wajah tersenyum. Tetapi bila pengalaman buruk kita adalah dari jenis yang kedua, maka kita dapat mencari pemecahannya.
Bila kita tidak putus asa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan mencoba mengendalikan diri kita, tentunya kita secara bijaksana dapat mengatasi kesulitan itu. Dalam hal ini kita tidak akan marah dengan sendirinya yang akan menambah kesulitan. Karena itu, orang yang bijaksana tidak akan terpengaruh dengan kesulitan-kesulitan.
Kita mempunyai kemampuan untuk mengatasi semua kesulitan lewat kesabaran dan kebijaksanaan. Apakah tidak patut disayangkan bila kita kehilangan kendali karena kejadian yang tidak dapat kita elakkan dalam kehidupan ? Lebih lagi, mengapa anda harus menyalahkan istri dan anak-anak karena nasib yang tidak baik ini? Istri anda mengerjakan tugasnya. Ia harus merawat rumah dan anak-anak. Ia harus mencuci, menyetrika, masak dan membersihkan rumah, dan lain-lain. Anda harus mendorongnya dengan memperlakukannya secara benar. Anak-anak juga melakukan tugas mereka. Mereka pun menunggu ayah mereka untuk membuat mereka bahagia. Ajarkan hal-hal yang benar kepada mereka dan doronglah mereka dalam belajar.
Apakah adil bila anda menghadapi keluarga anda dengan bermuka masam dan bersikap marah ? Mereka mengharapkan anda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka agar menjadi hak mereka. Mereka mengharapkan kebaikan dari anda dan menginginkan anda untuk bercakap-cakap dengan lembut kepada mereka dan berkelakuan menyenangkan. Mereka akan membenci anda karena menyakiti hati mereka dan mengubah rumah menjadi tempat yang gelap di mana tak ada secercah kebahagiaan di dalamnya.
Tahukah anda sampai di mana mereka akan menderita karena sikap anda yang kasar dan tidak menyenangkan?
Walaupun anda tidak bersungguh-sungguh terhadap keluarga anda, paling sedikit kasihanilah diri anda sendiri. Anda harus yakin bahwa kesehatan anda akan hancur karena sifat pemarah. Bagaimana anda dapat terus bekerja dan berhasil mencapal sesuatu? Mengapa anda harus mengubah rumah anda menjadi neraka ? Apakah tidak lebih baik bila anda selalu gembira dan menghadapi kesulitan dengan kebijaksanaan dan bukan dengan amarah? Apakah tidak lebih baik anda percaya bahwa marah tidak akan menyelesaikan persoalan tetapi bahkan akan menambah-nambah persoalan. Apakah anda tidak setuju bahwa, ketika berada di rumah, anda harus beristirahat dan memulihkan kekuatan supaya mendapatkan pemecahan yang sesuai untuk persoalan anda dengan pikiran yang jernih? Anda harus menjumpai keluarga anda dengan wajah tersenyum. Anda sebaiknya bergurau dengan mereka dengan cara yang baik dan mencoba menciptakan suasana babagia di rumah. Anda sebaiknya makan dan minum bersama mereka dan
beristirahat. Dengan demikian anda dan keluarga akan menikmati hidup ini dan akan mengatasi persoalan anda dengan mudah. Itulah sebabnya agama Islam yang suci menganggap kelakuan baik sebagai sebagian dari agama dan tanda keimanan yang paling tinggi. Rasulullah SAW. mengatakan: "Barangsiapa yang Iebih baik kelakuannya, maka ia lebih sempurna imannya. Yang terbaik di antara kamu adalah yang berbuat baik kepada keluarganya."

      Rasulullah SAW juga menegaskan: "Tak ada perbuatan yang lebih baik
daripada kelakuan yang baik."

      6. Keluhan Yang Tidak Perlu

      Persoalan hidup ini begitu banyak. Tak ada orang yang merasakan
kebahagiaan secara sempurna, tetapi ada orang-orang yang lebih sabar daripada
orang lain. Mereka merekam persoalan-persoalan mereka di dalam pikiran mereka
dan tidak mengungkapkannya kecuali bila ada alasan untuk itu.

      Di lain sisi, ada orang yang begitu lemah sehingga tidak dapat menyimpan
persoalan di dalam hati mereka.

      Mereka begitu terbiasa mengeluh sehingga begitu mereka bertemu seseorang,
mereka mulai mengeluh. Ke mana pun mereka pergi dan di mana pun mereka, mereka
mengeluh tentang kejadian sehari-hari yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka
seolah-olah diutus oleh setan untuk merusak kebahagiaan orang lain. Itulah
sebabnya banyak teman dan keluarga yang tidak mau diganggu dengan sifat-sifat
ini ; dan berusaha untuk menjauhi mereka sedapat mungkin.

      Akan tetapi, orang seharusnya merasa kasihan terhadap istri dan
anak-anaknya dalam menerima masalah ini. Karena tak ada lagi orang lain yang mau
mendengarkan keluhan mereka, dan orang semacam ini akhirnya hanya menumpahkan
persoalan mereka kepada keluarganya. Kadang-kadang mereka mengeluh tentang
pengeluaran mereka, pajak-pajak yang harus dibayar, ulah teman-teman, dan
kadang-kadang mereka mengeluh tentang rekan sekerja, pekerjaan mereka, penyakit,
dokter, dan sebagainya. Pria semacam itu bersifat pesimistis dan tidak mau
melihat kebaikan-kebaikan yang ada di dunia. Mereka menderita dan membuat orang
lain menderita, dan terutama keluarga mereka juga menderita.

      Bapak yang baik !
      Apa gunanya mengeluh setiap waktu ? Apa yang anda dapatkan dan mengeluh?
Mengapa keluarga anda harus menderita bila marah dengan supir taksi? Mengapa
anda menyalahkan istri anda bila pekerjaan anda tidak lancar?

      Jangan lupa bahwa sikap anda akan menjauhkan keluarga anda dan anda.
Mereka akan menjadi kecewa terhadap anda dan akan membenci rumah. Mereka mungkin
bahkan akan lari dari rumah dan akan terjebak dalam penyelewengan dan kejahatan.
Paling sedikit hal ini akan meninggalkan bekas dalam jiwa mereka.

      Apakah tidak lebih baik Anda menghindari untuk tidak me-rusak kebahagiaan
keluarga anda ? Bila anda pulang ke rumah, cobalah berusaha untuk melupakan
persoalan anda. Berbahagialah dengan keluarga anda. Makanlah bersama mereka dan
nikmatilah kebersamaan dengan mereka.

      Islam juga telah menganggap kesabaran dan sifat tidak mengeluh sebagai
sifat yang baik dan juga telah menyediakan ganjaran untuk itu. Ali a.s.
mengatakan: "Bila kesulitan datang menghampiri seorang Muslim, ia tidak boleh
mengeluh tentang Allah kepada orang lain, tetapi ia harus membawa persoalan itu
kepada Allah yang memiliki segala kunci bagi setiap persoalan."

      Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa mengalami kesulitan dengan
kesehatannya dan tidak mengeluhkan hal itu kepada orang lain, maka Allah akan
mengampuni segala dosanya."

      Tugas Istri

      1. Menjadi Pendamping Suami

      Tugas istri adalah merawat dan mengurus suami. Itu bukanlah pekerjaan yang
mudah. Wanita yang tidak menyadari bagaimana melakukan peranan ini, akan menemui
kesulitan dalam melaksanakan tugasnya. Bagi seorang wanita yang sadar; maka
tugas mengurus suami memerlukan sedikit kebijaksanaan, cara (metode), dan
kesederhanaan. Untuk dapat menjadi istri yang berhasil, seorang wanita harus
mampu  merebut hati suaminya dan menjadi sumber kesenangan baginya. Ia harus
mendorong suaminya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik den
menghindarkannya dari perbuatan dosa.  Ia juga harus memberikan takaran yang
cukup untuk memelihara kesehatan dan kesejahteraan suaminya. Hasil dan
usaha-usahanya ini diarahkan langsung untuk membuatnya menjadi suami yang baik
dan terhormat yang dapat menjadi pelindung keluarga yang sepantasnya, serta
menjadi seorang ayah yang membimbing dan dihormati oleh anak-anaknya. Allah yang
Maha Mengetahui telah mengaruniakan kepada wanita kekuatan yang luar bia!
sa.
 Kemakmuran dan kebahagiaan dan juga penderitaan keluarga, semua berada dalam
genggamannya.

      Seorang wanita dapat mengubah rumahnya menjadi surga yang agung atau
neraka yang menyala. Ia dapat mendorong suami ke puncak keberhasilan atau
menjerumuskannya kepada kesialan. Seorang wanita dengan kualitas yang
dikaruniakan oleh Allah kepadanya, yang sadar akan peranannya sebagai istri,
dapat meningkatkan kedudukan suaminya sebagai orang yang terhormat sekalipun
suaminya adalah laki-laki yang berkedudukan paling rendah.

      Seorang ulama terkenal menulis: "Wanita memiliki kekuatan yang aneh, yaitu
bila mereka menghendaki sesuatu mereka dapat memperolehnya."

      Dalam Islam, mengurus suami mempunyai posisi yang penting. Hal ini telah
disejajarkan dengan jihad (perang suci di jalan Allah). Imam Ali a.s.
menyatakan: "Jihad seorang wanita adalah mengurus suaminya dengan baik".

      Bila kita mempertimbang-kan bahwa jihad adalah perjuangan dan perang suci
di jalan Allah termasuk juga pengembangan dan penghormatan terhadap Islam,
membela daerah kekuasaan Islam dan pelaksanaan keadilan sosial, maka hal ini
merupakan salah satu perbuatan menyembah Allah. Nilai dan pelaksanaan
tugas-tugas seorang istri yang baik juga direfleksikan dengan jihad.

      Rasulullah saw. bersabda: "Bila seorang wanita meninggal dunia dan
suaminya dalam keadaan senang kepadanya, maka ia masuk surga. Rasulullah juga
mengatakan: "Bila seorang wanita tidak melakukan tugasnya sebagai istri, dia
belum menjalankan tugasnya terhadap Allah".

      2. Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada Suami


      Semua orang haus akan persahabatan dan kebaikan hati. Mereka semua ingin
dicintai oleh orang lain. Hati manusia menginginkan yang demikian. Seseorang
yang tidak dicintai oleh orang lain merasa dirinya kesepian dan terpencil.

      Wahai kaum wanita !

      Suami anda pun demikian. Dia juga membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Sebelum kawin, cinta dan kasih sayang orangtuanya telah memenuhi kebutuhan ini,
tetapi kini dia mengharapkan andalah yang memenuhinya. Laki-laki mencari istri
untuk mendapatkan cinta dan persahabatan yang merupakan kebutuhan manusia. Ia
berjuang keras untuk mencari nafkah dan menyenangkan anda. Dia berbagi segala
kesulitan hidup dengan anda. Dan karena pasangan sejati anda Iebih memikirkan
tentang kebahagiaan anda daripada orangtua anda, maka tunjukkanlah penghargaan
anda kepadanya dan cintailah dia, dia akan mencintai anda. Cinta adalah hubungan
dua arah yang mempersatukan dua hati.

      Seorang pemuda berusia dua puluh tahun yang datang ke Teheran untuk
belajar di universitas, jatuh cinta dengan seorang janda berumur 39 tahun yang
menjadi induk semangnya.  Hal ini disebabkan karena wanita tadi telah mengisi
tempat ibunya yang kosong di hatinya dengan kasih sayangnya.

      Bila cinta terjadi secara timbal-balik, dasar-dasar perkawinan menjadi
kokoh dan perpisahan pun dapat dihindarkan. Jangan terlalu merasa bahwa suami
anda jatuh cinta kepada anda pada pandangan pertama, karena cinta yang demikian
itu tidak kekal.  Cinta abadi terjadi karena kebaikan hati dan kasih sayang yang
tetap dalam bentuk persahabatan yang akrab.

      Bila anda mencintai suami anda dan bersahabat dengannya, maka ia akan
bahagia dan mau berjuang dan mengorbankan dirinya demi kesejahteraan anda.
Seorang laki-laki yang merasakan cinta istrinya, jarang menderita kesehatanyang
kurang baik atau lekas marah.  Bila seorang laki-laki tidak mendapatkan cinta
dan persahabatan yang hangat dari pasangannya, ia dapat menjadi minder (rendah
diri) dan segan untuk pulang.  Mungkin ia akan menghabiskan sebagian besar
waktunya di luar rumah untuk mencari kawan dan perhatian.  Mungkin ia berkata
pada dirinya sendiri: "Mengapa aku harus bekerja untuk orang yang tidak
menyukaiku ?  Lebih baik aku bersenang-senang sendiri dan berusaha mendapatkan
teman yang sejati."


      Ada kemungkinan seorang wanita mencintai suaminya tetapi jarang
menunjukkan (mengekspresikan)-nya rasa cintanya itu.  Ini tidak cukup untuk
memantapkan tali persahabatan dan hal seperti itu tidak dibenarkan. Sesekali,
ucapan-ucapan seperti "aku mencintaimu", "aku merindukanmu", "aku senang
berjumpa denganmu", sangat membantu dalam menciptakan persahabatan yang baik.
Ketika suami sedang dalam perjalanan, istri sebaiknya menulis surat bahwa ia
merindukan suaminya. Bila ada telepon di tempat kerja suami, istri dapat
menelponnya sesekali, tetapi tidak terus-menerus.  Istri sebaiknya memberikan
pujian terhadap suaminya di hadapan teman-teman dan keluarga bila ia sedang
tidak berada di tempat itu dan membelanya bila seseorang berbicara tidak baik
mengenai dia.

      Allah SWT berfirman mengenai ikatan cinta dan kasih sayang ini dalam Al
Qur' an: Dan di antara tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar--benar terdapat tanda bagi kaum yang berpikir. (QS 30:21)

      Imam Ridha a.s. menyatakan : "Wanita yang menunjukkan rasa cinta dan kasih
sayangnya merupakan berkah bagi suaminya".


      Rasulullah SAW bersabda: "Wanita yang terbaik di antara kamu adalah yang
memiliki cinta dan kasih sayang".


      "Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Bila kau mencintai seseorang, biarkan ia
mengetahuinya".


      3. Menjaga Kehormatan Suami

      Keinginan untuk dihormati adalah sesuatu yang wajar tetapi tidak setiap
orang siap memberikannya. Suami anda berhubungan dengan banyak orang selama
seharian tidak di rumah. Mungkin beberapa di antara orang-orang itu ada yang
tidak berlaku sopan dan menyinggung perasaan hingga membuatnya kecewa. Sebapi
istrinya, anda diharapkan untuk menunjukkan rasa hormat dan dorongan

      di rumah hiagga ia merasa harga dirinya cukup tinggi.

      Menghormati dan menghargai suami tidak akan membuat anda rendah, tetapi
ini akan memberikan tenaga dan dorongan untuk berjuang demi mencapai kehidupan
yang lebih baik.

      Anda harus selalu menyambutnya, dan dengan sambutan anda itu ia akan
mendapatkan perasaan terhormat. Jangan memotongnya bila ia sedang berbicara.
Bila berbicara kepadanya, berlakulah sopan dan penuh hormat dan jangan berteriak
kepadanya.  Biarkanlah ia masuk terlebih dahulu bila anda berdua menghadiri
pesta perkawinan, misalnya. Beritahukanlah kepada anak-anak agar menghorrnatinya
dan marahilah mereka bila berlaku tidak sopan kepadanya. Hormatilah ia di
hadapan para tamu dan perhatikanlah

      keperluan tamu-tamu itu.

      Bila ia mengetuk pintu, anda harus berusaha untuk membukakannya dengan
tersenyum dan air muka yang gembira. Hal yang kecil ini mempunyai pengaruh besar
dalam menyegarkan kembali pikiran suami yang lain. Mungkin beberapa wanita akan
berpikir dengan membayangkannya sebagai orang asing. Ini bukanlah sikap yang
benar karena laki-laki itu telah berjuang sehari penuh demi kesejahteraan
keluarganya dan ia butuh penghormatan dan sambutan ketika tiba di rumah.
Sambutan pertama itu memberikan pengaruh besar dan apa yang baik untuk tamu baik
pula untuk anggota keluarga.


      Rasulullah saw. bersabda: "Tugas seorang wanita adalah membukakan pintu
dan menyambut suaminya."


      Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Seorang wanita yang menghormati suaminya dan
tidak merepotkannya akan beruntung dan menjadi makmur."


      Rasulullah saw. juga bersabda: "Seorang istri bertugas untuk menyediakan
sebuah baskom dan handuk untuk membasuh tangan suaminya."


      Berhati-hatilah agar tidak menghinanya, jangan berkata kasar kepadanya,
jangan menyalahinya, jangan mengabaikannya, dan jangan memanggilnya dengan
julukan yang tidak baik. Bila anda menyerangnya, ia pun lalu akan menyakiti
anda. Akhirnya rasa cinta dan percaya akan rapuh. Kemudian anda akan terus
menerus berkelahi dan berbantah-bantahan yang akan menjurus kepada perceraian.
Bahkan bila anda meneruskan untuk hidup bersamanya, kehidupan anda berdua akan
penuh berisi kekacauan.  Perasaan bermusuhan dan gangguan kejiwaan dapat
berkem-bang terus hingga ke suatu titik yang dapat membahayakan kehidupan
pasangan tersebut yang dapat menjurus kepada perbuatan jahat (kriminal).


      Cerita berikut ini akan inenggambarkan beberapa di antara permasalahan
tersebut di atas:

      Seorang laki-laki, berusia 22 tahun, menusuk istrinya yang berumur 19
tahun hingga menemui ajalnya setelah sang istri menyalahkannya. Di pengadilan ia
bercerita: "Saya menikah dengan wanita ini setahun yang lalu. Pada awalnya,
istri saya sangat mencintai saya, tetapi tak lama kemudian dia berubah dan mulai
menghina saya. Dia selalu menggunakan kata-kata kotor kepada saya setiap ada
kesempatan dan selalu menertawakan karena hal-hal sepele. Karena mata saya
juling, istri saya pun selalu memanggil saya dengan sebutan 'keledai buta'.
Pada suatu hari, ia memanggil saya dengan sebutan 'keledai buta', dan saya
menjadi sangat marah sehingga saya menusuknya sebanyak 15 kali dengan pisau.


      4. Jangan Mengeluh dan Mengumbar Penderitaan Sembarangan

      Tak ada seorang pun yang tidak mempunyai persoalan dan penderitaan yang
berkenaan dengan kehidupan sehari-hari. Siapa pun ingin mempunyai teman yang
penuh perhatian tempat ia mengadu dan mau mendengarkan persoalan-persoalannya.
Tetapi yang harus diingat adalah bahwa "segala sesuatu itu ada tempat dan
waktunya sendiri-sendiri. Orang harus menyadari waktu dan kesempatan yang tepat
untuk mengeluh. Ada wanita yang tidak peduli bahwa suaminya sedang dalam keadaan
lelah dan letih Setelah bekerja sepanjang hari. Ia bukannya menunggu satu atan
dua jam agar suaminya segar kembali, tapi bahkan menyerangnya dengan serentetan
keluhan.

      Sebagai contoh, sang istri mungkin berkata:

      Kau meninggalkan aku dengan anak-anak yang nakal-nakal ini lalu pergi.
Ahmad memecahkan gelas di muka pintu ruang depan, anak perempuan kita berkelahi,
rasanya aku akan nenjadi gila dengan suara anak-anak di luar. Rasanya tidak mau
belajar sama sekali dan ia mendapat nilai-nilai yang jelek. Aku telab bekerja
berat sehari ini. Aku lelah sekali. Tak seorang pun mau mendengar
teriakan--teriakanku. Anak-anak ini tidak mau membantu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga. Kalau saja aku tak mempunyai seorang anak pun ! Omong-kosong
dengan sandara perempuanmu yang datang lagi untuk membantuku. Aku tak tahu apa
yang terjadi dengannya. Dia berkelakuan seolah-olah aku telah menelan uang
peninggalan ayahnya. Mudah-mudahan Tuhan menyelamatkan aku dari ibumu ! Ia telah
menjelek-jelekkan aku di belakangku. Aku sudah kenyang dengan mereka semua.
Selain itu tadi, jariku teriris. Aduh sakitnya!

      Sayang sekali, aku pergi ke pesta perkawinan Muhammad, kemarin. Pasti kau
melihat istri Rashid. Betapa cantiknya ! Seharusnya Allah menganugerahkan nasib
yang sama kepadaku. Memang ada pria-pria yang begitu mencintai istrinya. Mereka
membelikan istrinya barang-barang yang indah-indah. Mereka adalah suami yang
sejati. Ketika Rashid memasuki ruangan, semua orang menghormatinya. Memang benar
orang hanya tertarik kepada orang lain dari pakaian luarnya saja. Apa sih yang
dimilikinya yang tidak kumiliki ? Mengapa ia pamer di hadapanku? Oh ya, ia
beruntung mempunyai suami yang mencintainya, ia tidak seperti aku!


      Aku tak tahan lagi tinggal di rumah ini, mengurus kau dan anak-anakmu.
Lakukan saja apa yang kan sukai.

      Sikap yang demikian ini tidak benar. Wanita semacam itu tentu berpikir
bahwa suaminya pergi pesi'ar atau bersenang-senang setiap han. Kaum laki-laki
menjumpai beratus-ratus persoalan setiap hari. Ibu yang baik ! Anda tidak tahu
apa yang dikerjakan suami anda bila ia sedang bekerja. Anda tidak mengerti
orang-orang kasar dan licik macam apa yang ia jumpai sepanjang hari. Maka bila
ia pulang, anda selayaknya tidak boleh menyuguhkan semua keluhan anda pada waktu
yang sama. Jangan sampai ja merasa bersalah sebagai seorang pria. Berlaku baik
dan bijaksanalah kepadanya. Bila anda menambah kecemasannya dengan mengomel dan
merengek-rengek, maka ia akan memulai percekcokan atau pergi begitu saja
meninggalkan rumah ke tempat hiburan, bioskop atau bahkan mondar-mandir di
jalanan.


      Karena itu, ibu yang baik !

      Demi Allah, hentikanlah kebiasaan mengeluh dalam waktu yang tidak tepat
itu. Carilah saat yang tepat dan kemudian ceritakanlah masalah anda yang
sebenar-benarnya, tidak dengan mengeluh tetapi dengan cara meminta bantuan
pemecahan. Dengan cara ini anda tidak menciptakan perasaan bermusuhan dalam
dirinya dan ikatan keluarga tetap aman.

      Rasulullah saw. bersabda: "Shalat seorang wanita yang mengganggu suaminya
dengan lidahnya, tidak diterima oleh Allah, walaupun dia berpuasa setiap han,
bangun untuk melakukan shalat di waktu malam, membebaskan beberapa budak dan
membelanjakan uangnya di jalan Allah. Wanita dengan lidah busuk yang mengganggu
suaminya dengan cara seperti ini adalah orang pertama yang akan memasuki
neraka."

      Duhai Ibu yang baik !

      Bila anda menyayangi suami dan anak-anak anda, maka anda harus
menghentikan sikap yang tidak pantas dan tidak masuk akal ini.

      Apakah anda pernah berpikir bahwa kelakukan anda yang salah ini akan
mengakibatkan pecahnya kehidupan keluarga anda ?

      Seorang dokter memberikan kesaksiannya di pengadilan:

      Saya belum pernah melihat istri saya berkelakuan seperti Iayaknya searang
istri selama kami menikah. Rumah kami selalu berantakan. Dia selalu
berteriak-teriak dan marah-marah. Saya tak tahan hidup dengannya. Setelah saya
memberinya uang saya menceraikannya. Dokter itu berkata dengan gembira : "Bila
dia menginginkan dan meminta semua kekayaan saya dan bahkan titel

      saya sebagai dokter, saya akan memberikannya asalkan bisa lebih cepat
berpisah dengannya."

      5. Bersikaplah Yang Menyenangkan

      Seseorang yang memiliki sifat-sifat yang baik dengan sikap yang
menyenangkan juga tetap akan menghadapi kesulitan dan permasalah hidup yang
sama. Namun inilah jenis kepribadian yang menarik yang dicari orang. Sikap dan
sifat seseorang yang menyenangkan akan membuatnya kebal terhadap kekacauan jiwa
karena sikap hidup mereka adalah mengatasi kesulitan dengan cara yang terbaik
dan layak.

      Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Tak ada hidup yang lebih enak daripada yang
menyenangkan."

      Tetapi sebaliknya, seseorang yang memiliki sifat-sifat jelek akan
mendapati hidup ini tidak menyenangkan karena hubungan orang-orang semacam ini
menimbulkan kecemasan dan ketidakbahagiaan hidupnya. Sikap semacam ini dihindari
oleh kebanyakan orang karena akan mengakibatkan semuanya berakhir dengan hanya
sedikit teman yang tersisa. Kemudian ini semua menjadi suatu keadaan yang
diikuti oleh masalah-masalah psikologis dan penyakit-penyakit lain yang
disebabkan oleh kecemasan dan kekosongan yang membuatnya bersikap tidak baik
terhadap hidup.


      Rasulullah saw. bersabda: "Orang yang memilih sikap dan sifat jelek akan
selalu mendapatkan permusuhan dan penderitaan."

      Sikap yang baik dan menyenangkan merupakan sesuatu yang penting di
kalangan semua orang pada umumnya dan di kalangan pasangan khususnya karena
pasangan harus hidup bersama dan membangun kehidupan yang saling berhubungan.

      Ibu yang baik !

      Bila anda ingin menikmati kehidupan yang menyenangkan bersama suami dan
anak-anak, jadikanlah sikap anda menyenangkan dan dapat diterima. Bersifat baik
dan tidak selalu bertengkar. Anda mampu menjadikan rumah anda sebagai surga yang
agung ataupun neraka yang menyala. Anda bisa men-jadi bidadari yang penuh kasih
di mana anak-anak dan suami akan mendapatkan kedamaian pada diri anda. Tahukah
anda betapa indahnya kesan yang anda tinggalkan di dalam hati mereka lewat
senyum yang manis dan bahasa yang halus. Kesan yang menyenangkan itu selalu
segar da!am ingatan mereka ketika mereka berangkat bekerja atau ke sekolah dan
membantu mereka untuk memulai hari yang indah.
      Karena itu, bila anda menyayangi kualitas kehidupan anda dan hubungan anda
dengan suami, jangan bersikap tidak baik. Bersikap baiklah, karena pilar
pendukung yang utama untuk keamanan perkawinan adalah etika yang diatur dengan
baik yang menjurus kepada sikap yang menyenangkan.

      Kebanyakan perceraian yang terjadi disebabkan karena perbedaan sifat
antara suami istri. Dari data statatistik dapat disimpulkan bahwa pada
pasangan-pasangan yang melakukan perceraian tidak terdapat adanya kesamaan dalam
sikap, nilai-nilai moral, dan watak. Sumber utama percekcokan dan pertengkaran
keluarga adalah perbedaan watak dan nilai-nilai dan prinsip--prinsip etika.

      Seorang wanita mengeluh di pengadilan bahwa suaminya selalu makan siang
dan makan malam di luar. Lalu suaminya menjelaskan bahwa alasan mengapa Ia
selalu makan di luar adalah karena sang istri sama sekali tidak menimbulkan
keinginan untuk makan dan bahwa ia adalah wanita yang berwatak paling jelek di
dunia. Tiba-tiba sang istri bangkit dan mulai memukuli suaminya di hadapan para
jaksa. Wanita bodoh itu berpikir bahwa dengan mengeluh, menyakiti dan memukuli
suaminya ia dapat membawanya pulang ke rumah kembali. Namun, Ia tidak
menggunakan cara yang sederhana dan cerdas yaitu dengan lebih berhati-hati dan
mencari cara yang Iebih wajar.

      Wanita lain melaporkan kepada pengadilan bahwa suaminya sudah tidak pernah
berbicara kepadanya selama 15 bulan dan bahwa ia memberikan belanja rumah
tangganya melalui ibunya.  Suaminya menjawab bahwa ia sudah cukup menahan watak
istrinya yang jelek itu yang membuatnya memutuskan untuk tidak berbicara
kepadanya selama 15 bulan.

      Kebanyakan pertengkaran keluarga dapat diatasi dengan ke-balkan hati,
kasih sayang dan watak yang baik. Bila suami anda tidak baik hati, bila ia pergi
makan malam sendiri, bila ia suka menyakiti, menghambur-hamburkan semua
kekayaannya, mengatakan hal-hal tentang perpisahan dan perceraian atau sejumlah
penyebab pertengkaran keluarga, hanya ada satu jalan untuk mengatasinya. Caranya
adalah dengan berbaik hati dan bersikap baik. Hasil daripada perbuatan ini
menakjubkan.

      Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Allah SWT akan mengganjar orang yang
berwatak seperti orang-orang yang berjihad. Ia akan mengaruniakan berkahNya
kepada orang itu siang dan malam."

      Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Wanita yang mengganggu dan membuat suaminya
cemas, dijauhkan dari berkah Allah, dan wanita yang menghormati suaminya, patuh
dan tidak membuatnya menderita, akan mendapat berkah dan kemakmuran."

      Ada suatu hadis yang menceritakan bahwa Nabi Muhammad saw. Diberitahu
tentang adanya seorang wanita yang berpuasa setiap hari, dan melakukan shalat di
waktu malam, tetapi ia mempunyai watak yang jelek dan selalu menyakiti
tetangganya dengan lidahnya yang tajam. Nabi menjawab: "Tidak ada kebaikan
padanya dan ia adalah penghuni neraka."


      Akhir kata, semoga bermanfaat,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar