Tugas
Suami
1. Pelindung Keluarga
Pria dan
wanita adalah pilar-pilar utama pendukung sebuah keluarga. Tetapi, karena
laki-laki dikaruniai suatu keistimewaan oleh Sang Maha Pencipta, dan karena
kekuatan pikiran mereka lebih kuat daripada wanita, mereka dijadikan pelindung
keluarga. Allah Yang Mahakuasa menjadikan laki-laki sebagai pelindung keluarga
dan menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran : Kaum pria adalah pemimpin bagi kaum
wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (pria) lebih dari
sebagian yang lain (wanita).... (QS 4:34).
Karena itu, pria mempunyai
tanggung jawab yang lebih besar dan lebih sulit dalam menanggung keluarganya.
Kaum prialah yang, dengan kebijaksanaanya, dapat menanggung keluarganya dan
mempersiapkan segalanya demi kebahagiaan keluarganya dan ialah yang dapat
mengubah rumahnya menjadi surga dan istrinya sebagai bidadarinya. Seorang pria
yang bertanggung jawab terhadap istrinya harus mengetahui bahwa wanita juga
manusia seperti laiknya pria. Mengawini wanita tidak sama dengan mengupah
seorang pembantu; tetapi hal itu merupakan pemilihan sebagai pasangan dan teman
yang dapat diajak untuk hidup bersama sepanjang waktu yang tersisa dalam hidup
ini. Pria harus memperhatikan dirinya
serta keinginan-keinginannya; pria bukan pemilik istrinya dan sebenarnya wanita
mempunyai hak-hak tertentu terhadap suaminya.
Allah SWT
menyatakan dalam Kitab Suci Al-Quran: Dan para wanita mempunyat hak yang
seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkat
kelebihan daripada istrinya... (QS 2:228)
2. Merawat Istri
Rahasia kesejahteraan keluarga adalah
bagaimana seorang suami merawat istrinya, dan ini - seperti juga tugas seorang
wanita terhadap suaminya yang disamakan dengan jihad - dianggap sebagai
perbuatan seorang pria yang terbaik dan sangat berharga. Tetapi pria yang sudah
menikah harus mempelajari bagaimana memperlakukan istrinya hingga sang istri
berubah bagaikan bidadari.
Untuk itu,
seorang pria harus memahami tingkah Iaku istrinya dan tentang
keinginan-keinginannya. Ia harus mengatur cara hidupnya sesuai dengan
keinginan-keinginan istrinya dan hak--haknya yang sah. Ia, lewat sifat dan
sikapnya, dapat mempengaruhi istrinya dengan suatu cara yang menarik dalam diri
dan rumah tangganya.
3. Cintailah Istri Anda
Seorang wanita
adalah pusat segala kebaikan yang dikuasai penuh oleh perasaan. Keberadaannya
tergantung pada cinta dan kasih sayang. Ia ingin dicintai oleh orang lain dan
makin banyak yang mencintai makin baik. Ia sangat mengorbankan dirinya agar
disukai. Sifat ini sangat kuat dalam diri wanita sehingga bila ia menyadari
bahwa tak seorang pun mencintainya, ia akan menganggap dirinya gagal. Ia akan
kecewa terhadap dirinya dan merasa terbuang. Karena itu, pasti orang dapat
menyatakan bahwa rahasia pria yang berhasil dalam kehidupan perkawinannya
adalah pengungkapan rasa cintanya kepada dirinya.
Bapak-bapak
yang kami hormati !
Istri anda, sebelum menikah dengan anda
sangat menikmati cinta dan kasih sayang orang-tuanya. Kini, setelah ia
menyetujui perkawinan dengan anda, setelah ia memilih untuk hidup bersama anda,
ia mengharapkan anda untuk memenuhi keinginan-keinginannya dalam cinta dan
kasih sayang. Ia mengharapkan anda untuk menunjukkan cinta yang Iebih daripada
yang diterimanya dari orangtua dan sahabat-sahabatnya. Ia telah begitu
mempercayai anda dan itulah sebabnya maka ia mempercayai anda dengan segala
keberadaannya.
Rahasia
perkawinan yang bahagia adalah pengungkapan cinta kepada istri anda. Bila anda
ingin mendapatkan hatinya, bila anda ingin agar ia mematuhi
permintaan-permintaan anda, bila anda ingin memperkuat tali perkawinan anda,
buatlah agar ia mencintai anda, atau selalu setia kepada anda, atau ...,maka
anda harus selalu menunjukkan kasih sayang dan mengungkapkan cinta anda
kepadanya.
Bila anda tidak
memberikan kasih sayang anda kepada istri, maka ia akan kehilangan daya tarik
kepada rumahnya, anak-anaknya dan di atas semua itu, kepada anda. Rumah anda
akan selalu dalam keadaan berantakan. Ia tidak akan sudi melakukan usaha untuk
seseorang yang tidak dicintainya.
Sebuah rumah tanpa kasih sayang akan
mirip dengan neraka yang menyala, walaupun rumah itu tampak sangat rapi dan
penuh dengan barang-barang. Istri anda mungkin akan menjadi sakit atau
mengalami kekacauan mental. Ia mungkin akan mencari kesenangan dengan orang
lain bila anda tidak memberinya kepuasan. Ia mungkin akan bersikap dingin
terhadap anda dan rumah tangga sehingga ia akan menghendaki perceraian. Andalah
yang bertanggungjawab terhadap semua ini karena anda telah gagal untuk
memuaskannya. Memang benar, bahwa tahap-tahap perceraian terjadi karena
sikap-sikap yang tidak ramah.
Persahabatan dan
cinta dalam keluarga lebih berharga daripada apa pun dan karena itulah Allah
telah menjadikannya tanda-tanda kekuasaan dan berkah yang luar biasa yang telah
dikaruniakan kepada manusia. Al-Quran menyatakan : Dan di antara tanda-tanda
kekuasaan-Nya ialah Dia mencip-takan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,
supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di
antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda bagi kaum yang berpikir (QS 30:21).
Imam Shadiq a.s.
menegaskan: "Barangsiapa yang menjadi sahabat kami, akan lebih
mengungkapkan kebaikan hatinya kepada pasangannya.
Rasulullah saw.
menyatakan: "Makin setia seseorang kepada pasangannya semakin banyak
kebaikan hati yang diungkapkannya.
Imam Shadiq a.s.
mengatakan: "Salah satu sifat-sifat nabi Allah adalah bahwa mereka semua
baik kepada istri-istri mereka.
Rasulullah saw.
mengatakan: "Kata-kata seorang pria yang ditujukan kepada istrinya: 'Aku
sangat mencintaimu' tak akan pernah lepas dari hati istrinya.
Cinta dan kasih
sayang tentu saja harus tulus agar dapat mencapai hati seseorang, itu pun belum
cukup karena mengungkapkan rasa sayang itu adalah penting. Dengan menunjukkan
perasaan anda lewat kata-kata dan perbuatan, maka cinta anda akan dibalas dan
hati anda pun akan mempererat ikatan cinta itu. Berterus-teranglah dan jangan
segan-segan mengungkapkan rasa cinta kepada istri anda. Baik di belakangnya
maupun di hadapannya anda harus memberikan pujian kepadanya. Kirimilah surat
kepadanya ketika anda sedang keluar kota dan katakana bahwa anda merindukannya.
Sekali-sekali belilah sesuatu untuknya. TeIeponlah ia ketika anda sedang
bekerja dan tanyakan bagaimana keadaannya.
Salah satu
hal.penting dalam pikiran seorang wanita adalah kata-kata pengungkapan cinta
semacam ini.
4. Hormatilah Istri Anda
Seorang wanita bangga akan. dirinya
seperti juga seorang pria. Ia ingin dihormati oleh orang lain. Ia akan
tersinggung bila ia dihina atau diremehkan. Ia merasa senang bila dihormati dan
akan merasa benci dengan orang-orang yang menghinakannya
Bapak-Bapak!
Istri anda pasti
mengharapkan agar anda lebih menghormatinya daripada orang lain. Ia sangat
berhak untuk mengharapkan pasangan hidupnya dan sahabat terbaiknya untuk
merawatnya. Ia bekerja demi kesenangan anda dan anak-anak dan karena itulah ia
mengharapkan anda untuk menghargai dan menghormatinya. Menghormatinya tidak
akan membuat anda rendah tetapi sebenarnya ini justru akan membuktikan cinta
dan kasih sayang anda kepadanya. Karena itu, hormatilah ia Iebih daripada orang
lain dan berkatalah dengan sopan kepadanya. Jangan memotong pembicaraannya atau
berteriak kepadanya. Panggillah ia dengan nama yang terhormat dan baik.
Tunjukkan rasa hormat anda bila ia hendak duduk. Bila anda memasuki rumah dan ia
lupa mengucapkan salam, maka ucapkanlah salam kepadanya.
Katakan
"selamat tinggal" bila anda pergi. Jangan putus hubungan dengannya
bila anda bepergian atau berada jauh dan rumah. Berkirim suratlah kepadanya.
Tunjukkanlah
rasa hormat anda kepadanya bila anda berdua menghadiri suatu pertemuan.
Bersungguh-sungguhlah dalam menghindari segala jenis penghinaan dan hal-hal
yang menyinggung perasaan. Jangan menyalahkan atau - secara bercanda -
mengganggunya. Jangan berpikir bahwa karena anda berdua ter-lalu akrab dengannya
maka ia tidak keberatan anda memperolok-oloknya. Sebaliknya, ia akan membenci
sikap yang demikian itu tetapi tidak mau mengungkapkannya.
Seorang wanita
bangsawan, yang berusia sekitar 35 tahun, mengatakan tentang permintaan
cerainya: 'Sudah 12 tahun saya menikah. Suami saya adalah orang baik-baik dan
banyak sifat baik dan terpuji dalam dirinya. Tetapi ia tidak pernah mau
menyadari bahwa saya adalah istrinya dan ibu dari kedua orang anaknya. Ia pikir
ia adalah orang yang disukai dalam perkumpulan-perkumpulan, tetapi ia selalu
mengadakan pertunjukan dengan cara menggoda saya dan menghina saya. Anda
mungkin tidak percaya sampai di mana saya telah dihinanya. Jiwa saya
telah banyak terganggu hingga
saya pergi kepada seorang psikiater untuk dirawat. Saya telah membicarakannya
kepada suami saya berkali-kali. Saya telah memohon kepadanya untuk tidak
memperlakukan saya dengan cara begitu. Saya telah mengingatkannya bahwa saya
adalah istrinya, dan membicarakan umur saya serta bercanda mengenai diri saya
di hadapan khalayak ramai sehingga mereka tertawa dan bersenang-senang adalah
hal yang tidak layak. Saya merasa malu di depan orang banyak karena saya bukan
orang yang pandai melucu. Saya tidak dapat mengikutinya. Karena permohonan saya
tidak diterima oleh suami saya, maka saya memilih untuk berpisah dengannya.
Saya mengerti bahwa saya tidak akan berbahagia hidup sendiri, tetapi saya tidak
dapat hidup dengan seseorang yang terus menerus menghina saya.
Semua wanita
mengharapkan suaminya untuk menghormati mereka dan mereka semua tidak suka
dihina. Bila seorang wanita tetap diam setelah dihina oleh suami mereka, ini
bukan berarti mereka suka. Bila anda menghormati istri anda, ia akan melakukan
hal yang sama terhadap anda, dan karenanya hubungan anda akan makin erat. Anda
pun akan dihormati oleh orang lain. Bila anda memperlakukannya secara salah dan
ia merasa sakit hati, maka sekali lagi ini adalah kesalahan anda.
Duhai Bapak yang
baik!
Menikah tidak
sama dengan mempunyai budak. Anda tidak dapat memperlakukan orang yang merdeka
sebagai budak. Istri anda telah menikah dengan anda dengan tujuan untuk hidup
bersama anda dan untuk berbagi dalam kehidupan dengan laki-laki yang
dicintainya. Ia mengharapkan hal yang sama dan anda seperti anda mengharapkan
darinya. Karena itu, perlakukanlah ia dengan cara yang anda pun menyukainya.
Imam Shadiq
a.s., mengutip kata-kata ayahnya, mengatakan: "Barangsiapa melakukan
pernikahan, maka ia harus menghormati istrinya.". Rasulullah saw.
mengatakan: "Barangsiapa menghormati seorang Muslim maka Allah akan
memberikan kepadanya kehormatan diri.”
Rasulullah juga
menegaskan: "Tidak ada orang yang meng-hormati wanita kecuali orang-orang
yang murah hati, dan tidak ada orang yang akan menghinanya kecuali orang-orang
yang tidak menghormati." Sebagai tambahan Rasulullah mengatakan:
"Barangsiapa menghina keluarganya, maka ia akan kehilangan kebahagiaan
dalam kehidupannya.
5. Berlakulah Baik Terhadap Istri Anda
Dunia mengambil jalan sesuai dengan pola
yang teratur. Banyak kejadian terjadi dan bermunculan satu demi satu.
Keberadaan kita di dunia yang luas ini bagaikan partikel-partikel kecil yang
bergerak dan menempel pada partikel lain di setiap waktu. Lajunya dunia ini
tidak berada di tangan kita, dan kejadian-kejadian yang timbul tidak terjadi karena
keinginan kita. Sejak saat pertama orang
melangkahkan kaki keluar dari rumah pada pagi hari, sampai pada waktu ia
pulang ke rumah di sore hari, orang mungkin saja menjumpai beratus-ratus
keadaan yang tak menyenangkan.
Orang menjumpai
banyak kesulitan besar di arena hidup ini. Mungkin anda dihina oleh orang lain,
bertemu seorang teman yang tidak ramah, harus menunggu bis terlalu lama, atau
telah dituduh melakukan sesuatu di tempat kerja. Kehilangan uang, dirampok,
atau telah menjumpai hal-hal lain semacam itu yang dapat terjadi pada siapa
saja, di mana saja.
Mungkin anda
akan sangat marah dengan kejadian-kejadian yang terjadi dalam hidup anda yang
membuat anda mirip dengan bom waktu yang dapat meledak kapan saja.
Baik, mungkin
anda berpikir bahwa anda tidak dapat menyalahkan orang lain atau dunia untuk
kekecewaan anda, maka ketika pulang ke rumah, anda mengarahkan kemarahan anda
kepada istri dan anak-anak. Anda memasuki rumah dan seakan-akan Izrail
(malaikat pencabut nyawa) telah pulang. Anak-anak menepis bagaikan tikus-tikus
di hadapan anda. Tuhan melarang anda untuk mencari-cari kesalahan !
Mungkin makanan
terlalu asin atau hambar, teh anda belum siap, rumah mungkin dalam keadaan
berantakan atau anak-anak ribut, dan ini memberikan alasan yang tepat bagi anda
untuk marah-marah di rumah anda sendiri.
Anda kemudian
naik pitam dan berteriak kepada semua orang, menyakiti mereka, memukul dan
sebagainya. Kemudian anda akan mengubah rumah yang penuh dengan cinta dan
persahabatan itu menjadi neraka di mana anda dan seluruh keluarga harus
menderita.
Bila anak-anak
dapat berlari dari rumah ke jalan, mereka akan melakukannya; dan bila tidak,
mereka akan menghitung detik-detik sampai anda keluar dan rumah.
Sangat jelas,
betapa menakutkan dan apatisnya keadaan yang tampak sekali di dalam rumah
semacam itu. Selalu saja ada percekcokan dan perbantahan. Rumah selalu dalam
keadaan berantakan, istri benci melihat wajah suaminya.
Bagaimana
seorang wanita dapat hidup bahagia dengan laki-laki pemarah yang selalu bermuka
masam itu ? Yang paling buruk adalah
keadaan anak-anak yang harus tumbuh di dalam lingkungan semacam itu.
Pertengkaran keluarganya pasti akan meninggalkan bekas luka di dalam hati dan
jiwa mereka yang sangat peka. Anak-anak yang mengalami kesulitan semacam ini cenderung
akan menjadi orang agresif, pemarah, tertekan dan putus asa bila mereka dewasa
nanti. Mereka akan merasa sedih sekali bila keluarganya tersesat. Mereka
mungkin akan masuk ke dalam perangkap orang-orang yang menyeleweng dan
melakukan kriminalitas dalam segala bentuk. Mereka mungkin akan menjadi bingung
dan terganggu jiwanya sehingga dapat membahayakan jiwa orang lain atau
melakukan bunuh diri.
Para pembaca
disarankan untuk mengadakan penyelidikan di bidang kriminalitas. Statistik dan
harian yang memberitakan masalah-masalah kriminil semua mengungkapkan kenyataan
ini. Tanggung jawab dari semua ini terletak pada pemimpin keluarga yang tidak
dapat mengendalikan amarahnya dan telah salah dalam memperlakukan keluarganya.
Orang semacam itu tidak akan mendapatkan kedamaian di dunia dan di akhirat
nanti.
Bapak
yang baik !
Kita tidak
berada pada suatu posisi di mana kita dapat mengendalikan kejadian-kejadian
dunia. Kecelakaan, kesulitan dan kejadian-kejadian yang menimbulkan penderitaan
semuanya tidak dapat dipisahkan dengan kehidupan ini. Setiap orang akan
mengalami kesulitan pada waktu-waktu yang berbeda. Sebenarnya, orang akan
mencapai kematangan pribadi lewat kesulitan-kesulitan. Orang harus
menghadapinya dengan kekuatan dan harus mencoba untuk mencari pemecahannya.
Manusia mempunyai kemampuan untuk menghadapi ratusan kesulitan baik yang kecil
maupun yang besar dan tidak boleh menyerah dan menganggapnya bernasib buruk.
Kejadian-kejadian
dunia bukanlah satu-satunya alasan untuk marah, tetapi sebenarnya sistem saraf
kitalah yang terserang oleh kejadian-kejadian semacam itu dan menyebabkan kita
mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan. Karena, itu bila seseorang dapat
mengendalikan dirinya ketika dihadapkan dengan kesulitan hidup, maka orang
tidak akan merasa tersinggung atau marah.
Misalnya, anda
dihadapkan oleh kejadian yang tidak menyenangkan. Kejadian ini mungkin
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan kehidupan di mana kita tidak
dapat ikut campur, atau kita mampu mempercayai keputusan itu sendiri.
Jelas, dalam
kasus pertama, perasaan tersinggung kita tidak akan membantu sama sekali. Kita
bersalah bila menjadi marah atau naik pitam. Kita harus ingat bahwa kita tidak
bertanggung jawab atas terjadinya kejadian itu dan bahkan mencoba menyambutnya dengan
wajah tersenyum. Tetapi bila pengalaman buruk kita adalah dari jenis yang
kedua, maka kita dapat mencari pemecahannya.
Bila kita tidak
putus asa dalam menghadapi kesulitan-kesulitan dan mencoba mengendalikan diri
kita, tentunya kita secara bijaksana dapat mengatasi kesulitan itu. Dalam hal
ini kita tidak akan marah dengan sendirinya yang akan menambah kesulitan.
Karena itu, orang yang bijaksana tidak akan terpengaruh dengan
kesulitan-kesulitan.
Kita mempunyai
kemampuan untuk mengatasi semua kesulitan lewat kesabaran dan kebijaksanaan.
Apakah tidak patut disayangkan bila kita kehilangan kendali karena kejadian
yang tidak dapat kita elakkan dalam kehidupan ? Lebih lagi, mengapa anda harus
menyalahkan istri dan anak-anak karena nasib yang tidak baik ini? Istri anda
mengerjakan tugasnya. Ia harus merawat rumah dan anak-anak. Ia harus mencuci,
menyetrika, masak dan membersihkan rumah, dan lain-lain. Anda harus
mendorongnya dengan memperlakukannya secara benar. Anak-anak juga melakukan
tugas mereka. Mereka pun menunggu ayah mereka untuk membuat mereka bahagia.
Ajarkan hal-hal yang benar kepada mereka dan doronglah mereka dalam belajar.
Apakah adil bila
anda menghadapi keluarga anda dengan bermuka masam dan bersikap marah ? Mereka
mengharapkan anda untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka agar menjadi hak
mereka. Mereka mengharapkan kebaikan dari anda dan menginginkan anda untuk
bercakap-cakap dengan lembut kepada mereka dan berkelakuan menyenangkan. Mereka
akan membenci anda karena menyakiti hati mereka dan mengubah rumah menjadi
tempat yang gelap di mana tak ada secercah kebahagiaan di dalamnya.
Tahukah anda
sampai di mana mereka akan menderita karena sikap anda yang kasar dan tidak
menyenangkan?
Walaupun anda
tidak bersungguh-sungguh terhadap keluarga anda, paling sedikit kasihanilah
diri anda sendiri. Anda harus yakin bahwa kesehatan anda akan hancur karena
sifat pemarah. Bagaimana anda dapat terus bekerja dan berhasil mencapal
sesuatu? Mengapa anda harus mengubah rumah anda menjadi neraka ? Apakah tidak lebih
baik bila anda selalu gembira dan menghadapi kesulitan dengan kebijaksanaan dan
bukan dengan amarah? Apakah tidak lebih baik anda percaya bahwa marah tidak
akan menyelesaikan persoalan tetapi bahkan akan menambah-nambah persoalan.
Apakah anda tidak setuju bahwa, ketika berada di rumah, anda harus beristirahat
dan memulihkan kekuatan supaya mendapatkan pemecahan yang sesuai untuk
persoalan anda dengan pikiran yang jernih? Anda harus menjumpai keluarga anda
dengan wajah tersenyum. Anda sebaiknya bergurau dengan mereka dengan cara yang
baik dan mencoba menciptakan suasana babagia di rumah. Anda sebaiknya makan dan
minum bersama mereka dan
beristirahat. Dengan demikian
anda dan keluarga akan menikmati hidup ini dan akan mengatasi persoalan anda
dengan mudah. Itulah sebabnya agama Islam yang suci menganggap kelakuan baik
sebagai sebagian dari agama dan tanda keimanan yang paling tinggi. Rasulullah
SAW. mengatakan: "Barangsiapa yang Iebih baik kelakuannya, maka ia lebih
sempurna imannya. Yang terbaik di antara kamu adalah yang berbuat baik kepada
keluarganya."
Rasulullah SAW juga menegaskan: "Tak
ada perbuatan yang lebih baik
daripada kelakuan yang
baik."
6. Keluhan Yang Tidak Perlu
Persoalan hidup ini begitu banyak. Tak
ada orang yang merasakan
kebahagiaan secara sempurna,
tetapi ada orang-orang yang lebih sabar daripada
orang lain. Mereka merekam
persoalan-persoalan mereka di dalam pikiran mereka
dan tidak mengungkapkannya
kecuali bila ada alasan untuk itu.
Di lain sisi, ada orang yang begitu lemah
sehingga tidak dapat menyimpan
persoalan di dalam hati mereka.
Mereka begitu terbiasa mengeluh sehingga
begitu mereka bertemu seseorang,
mereka mulai mengeluh. Ke mana
pun mereka pergi dan di mana pun mereka, mereka
mengeluh tentang kejadian
sehari-hari yang terjadi dalam hidup mereka. Mereka
seolah-olah diutus oleh setan
untuk merusak kebahagiaan orang lain. Itulah
sebabnya banyak teman dan
keluarga yang tidak mau diganggu dengan sifat-sifat
ini ; dan berusaha untuk menjauhi
mereka sedapat mungkin.
Akan tetapi, orang seharusnya merasa
kasihan terhadap istri dan
anak-anaknya dalam menerima
masalah ini. Karena tak ada lagi orang lain yang mau
mendengarkan keluhan mereka, dan
orang semacam ini akhirnya hanya menumpahkan
persoalan mereka kepada
keluarganya. Kadang-kadang mereka mengeluh tentang
pengeluaran mereka, pajak-pajak
yang harus dibayar, ulah teman-teman, dan
kadang-kadang mereka mengeluh
tentang rekan sekerja, pekerjaan mereka, penyakit,
dokter, dan sebagainya. Pria
semacam itu bersifat pesimistis dan tidak mau
melihat kebaikan-kebaikan yang
ada di dunia. Mereka menderita dan membuat orang
lain menderita, dan terutama
keluarga mereka juga menderita.
Bapak yang baik !
Apa gunanya mengeluh setiap waktu ? Apa
yang anda dapatkan dan mengeluh?
Mengapa keluarga anda harus
menderita bila marah dengan supir taksi? Mengapa
anda menyalahkan istri anda bila
pekerjaan anda tidak lancar?
Jangan lupa bahwa sikap anda akan
menjauhkan keluarga anda dan anda.
Mereka akan menjadi kecewa
terhadap anda dan akan membenci rumah. Mereka mungkin
bahkan akan lari dari rumah dan
akan terjebak dalam penyelewengan dan kejahatan.
Paling sedikit hal ini akan
meninggalkan bekas dalam jiwa mereka.
Apakah tidak lebih baik Anda menghindari
untuk tidak me-rusak kebahagiaan
keluarga anda ? Bila anda pulang
ke rumah, cobalah berusaha untuk melupakan
persoalan anda. Berbahagialah
dengan keluarga anda. Makanlah bersama mereka dan
nikmatilah kebersamaan dengan
mereka.
Islam juga telah menganggap kesabaran dan
sifat tidak mengeluh sebagai
sifat yang baik dan juga telah
menyediakan ganjaran untuk itu. Ali a.s.
mengatakan: "Bila kesulitan
datang menghampiri seorang Muslim, ia tidak boleh
mengeluh tentang Allah kepada
orang lain, tetapi ia harus membawa persoalan itu
kepada Allah yang memiliki segala
kunci bagi setiap persoalan."
Rasulullah saw. bersabda:
"Barangsiapa mengalami kesulitan dengan
kesehatannya dan tidak
mengeluhkan hal itu kepada orang lain, maka Allah akan
mengampuni segala dosanya."
Tugas Istri
1.
Menjadi Pendamping Suami
Tugas istri adalah merawat dan mengurus
suami. Itu bukanlah pekerjaan yang
mudah. Wanita yang tidak
menyadari bagaimana melakukan peranan ini, akan menemui
kesulitan dalam melaksanakan
tugasnya. Bagi seorang wanita yang sadar; maka
tugas mengurus suami memerlukan
sedikit kebijaksanaan, cara (metode), dan
kesederhanaan. Untuk dapat
menjadi istri yang berhasil, seorang wanita harus
mampu merebut hati suaminya dan menjadi sumber kesenangan
baginya. Ia harus
mendorong suaminya untuk
melakukan perbuatan-perbuatan yang baik den
menghindarkannya dari perbuatan
dosa. Ia juga harus memberikan takaran
yang
cukup untuk memelihara kesehatan
dan kesejahteraan suaminya. Hasil dan
usaha-usahanya ini diarahkan
langsung untuk membuatnya menjadi suami yang baik
dan terhormat yang dapat menjadi
pelindung keluarga yang sepantasnya, serta
menjadi seorang ayah yang
membimbing dan dihormati oleh anak-anaknya. Allah yang
Maha Mengetahui telah mengaruniakan
kepada wanita kekuatan yang luar bia!
sa.
Kemakmuran dan kebahagiaan dan juga
penderitaan keluarga, semua berada dalam
genggamannya.
Seorang wanita dapat mengubah rumahnya
menjadi surga yang agung atau
neraka yang menyala. Ia dapat
mendorong suami ke puncak keberhasilan atau
menjerumuskannya kepada kesialan.
Seorang wanita dengan kualitas yang
dikaruniakan oleh Allah
kepadanya, yang sadar akan peranannya sebagai istri,
dapat meningkatkan kedudukan
suaminya sebagai orang yang terhormat sekalipun
suaminya adalah laki-laki yang
berkedudukan paling rendah.
Seorang ulama terkenal menulis:
"Wanita memiliki kekuatan yang aneh, yaitu
bila mereka menghendaki sesuatu
mereka dapat memperolehnya."
Dalam Islam, mengurus suami mempunyai
posisi yang penting. Hal ini telah
disejajarkan dengan jihad (perang
suci di jalan Allah). Imam Ali a.s.
menyatakan: "Jihad seorang
wanita adalah mengurus suaminya dengan baik".
Bila kita mempertimbang-kan bahwa jihad
adalah perjuangan dan perang suci
di jalan Allah termasuk juga
pengembangan dan penghormatan terhadap Islam,
membela daerah kekuasaan Islam
dan pelaksanaan keadilan sosial, maka hal ini
merupakan salah satu perbuatan
menyembah Allah. Nilai dan pelaksanaan
tugas-tugas seorang istri yang
baik juga direfleksikan dengan jihad.
Rasulullah saw. bersabda: "Bila
seorang wanita meninggal dunia dan
suaminya dalam keadaan senang
kepadanya, maka ia masuk surga. Rasulullah juga
mengatakan: "Bila seorang
wanita tidak melakukan tugasnya sebagai istri, dia
belum menjalankan tugasnya
terhadap Allah".
2. Mengungkapkan Rasa Cinta Kepada
Suami
Semua orang haus akan persahabatan dan
kebaikan hati. Mereka semua ingin
dicintai oleh orang lain. Hati
manusia menginginkan yang demikian. Seseorang
yang tidak dicintai oleh orang
lain merasa dirinya kesepian dan terpencil.
Wahai kaum wanita !
Suami anda pun demikian. Dia juga
membutuhkan cinta dan kasih sayang.
Sebelum kawin, cinta dan kasih
sayang orangtuanya telah memenuhi kebutuhan ini,
tetapi kini dia mengharapkan
andalah yang memenuhinya. Laki-laki mencari istri
untuk mendapatkan cinta dan
persahabatan yang merupakan kebutuhan manusia. Ia
berjuang keras untuk mencari
nafkah dan menyenangkan anda. Dia berbagi segala
kesulitan hidup dengan anda. Dan
karena pasangan sejati anda Iebih memikirkan
tentang kebahagiaan anda daripada
orangtua anda, maka tunjukkanlah penghargaan
anda kepadanya dan cintailah dia,
dia akan mencintai anda. Cinta adalah hubungan
dua arah yang mempersatukan dua
hati.
Seorang pemuda berusia dua
puluh tahun yang datang ke Teheran untuk
belajar di universitas, jatuh
cinta dengan seorang janda berumur 39 tahun yang
menjadi induk semangnya. Hal ini disebabkan karena wanita tadi telah
mengisi
tempat ibunya yang kosong di
hatinya dengan kasih sayangnya.
Bila cinta terjadi secara timbal-balik,
dasar-dasar perkawinan menjadi
kokoh dan perpisahan pun dapat
dihindarkan. Jangan terlalu merasa bahwa suami
anda jatuh cinta kepada anda pada
pandangan pertama, karena cinta yang demikian
itu tidak kekal. Cinta abadi terjadi karena kebaikan hati dan
kasih sayang yang
tetap dalam bentuk persahabatan
yang akrab.
Bila anda mencintai suami anda dan
bersahabat dengannya, maka ia akan
bahagia dan mau berjuang dan
mengorbankan dirinya demi kesejahteraan anda.
Seorang laki-laki yang merasakan
cinta istrinya, jarang menderita kesehatanyang
kurang baik atau lekas
marah. Bila seorang laki-laki tidak
mendapatkan cinta
dan persahabatan yang hangat dari
pasangannya, ia dapat menjadi minder (rendah
diri) dan segan untuk
pulang. Mungkin ia akan menghabiskan
sebagian besar
waktunya di luar rumah untuk
mencari kawan dan perhatian. Mungkin ia
berkata
pada dirinya sendiri:
"Mengapa aku harus bekerja untuk orang yang tidak
menyukaiku ? Lebih baik aku bersenang-senang sendiri dan
berusaha mendapatkan
teman yang sejati."
Ada kemungkinan seorang wanita mencintai
suaminya tetapi jarang
menunjukkan (mengekspresikan)-nya
rasa cintanya itu. Ini tidak cukup untuk
memantapkan tali persahabatan dan
hal seperti itu tidak dibenarkan. Sesekali,
ucapan-ucapan seperti "aku
mencintaimu", "aku merindukanmu", "aku senang
berjumpa denganmu", sangat
membantu dalam menciptakan persahabatan yang baik.
Ketika suami sedang dalam
perjalanan, istri sebaiknya menulis surat bahwa ia
merindukan suaminya. Bila ada
telepon di tempat kerja suami, istri dapat
menelponnya sesekali, tetapi
tidak terus-menerus. Istri sebaiknya
memberikan
pujian terhadap suaminya di
hadapan teman-teman dan keluarga bila ia sedang
tidak berada di tempat itu dan
membelanya bila seseorang berbicara tidak baik
mengenai dia.
Allah SWT berfirman mengenai ikatan cinta
dan kasih sayang ini dalam Al
Qur' an: Dan di antara
tanda-tandaNya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri
dari jenismu, supaya kamu
cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan
dijadikanNya di antaramu rasa
kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian
itu benar--benar terdapat tanda
bagi kaum yang berpikir. (QS 30:21)
Imam Ridha a.s. menyatakan : "Wanita
yang menunjukkan rasa cinta dan kasih
sayangnya merupakan berkah bagi
suaminya".
Rasulullah SAW bersabda: "Wanita
yang terbaik di antara kamu adalah yang
memiliki cinta dan kasih
sayang".
"Imam Shadiq a.s. mengatakan:
"Bila kau mencintai seseorang, biarkan ia
mengetahuinya".
3.
Menjaga Kehormatan Suami
Keinginan untuk dihormati adalah sesuatu
yang wajar tetapi tidak setiap
orang siap memberikannya. Suami
anda berhubungan dengan banyak orang selama
seharian tidak di rumah. Mungkin
beberapa di antara orang-orang itu ada yang
tidak berlaku sopan dan
menyinggung perasaan hingga membuatnya kecewa. Sebapi
istrinya, anda diharapkan untuk
menunjukkan rasa hormat dan dorongan
di rumah hiagga ia merasa harga dirinya
cukup tinggi.
Menghormati dan menghargai suami tidak
akan membuat anda rendah, tetapi
ini akan memberikan tenaga dan
dorongan untuk berjuang demi mencapai kehidupan
yang lebih baik.
Anda harus selalu menyambutnya, dan
dengan sambutan anda itu ia akan
mendapatkan perasaan terhormat.
Jangan memotongnya bila ia sedang berbicara.
Bila berbicara kepadanya,
berlakulah sopan dan penuh hormat dan jangan berteriak
kepadanya. Biarkanlah ia masuk terlebih dahulu bila anda
berdua menghadiri
pesta perkawinan, misalnya. Beritahukanlah
kepada anak-anak agar menghorrnatinya
dan marahilah mereka bila berlaku
tidak sopan kepadanya. Hormatilah ia di
hadapan para tamu dan
perhatikanlah
keperluan tamu-tamu itu.
Bila ia mengetuk pintu, anda harus
berusaha untuk membukakannya dengan
tersenyum dan air muka yang
gembira. Hal yang kecil ini mempunyai pengaruh besar
dalam menyegarkan kembali pikiran
suami yang lain. Mungkin beberapa wanita akan
berpikir dengan membayangkannya
sebagai orang asing. Ini bukanlah sikap yang
benar karena laki-laki itu telah
berjuang sehari penuh demi kesejahteraan
keluarganya dan ia butuh
penghormatan dan sambutan ketika tiba di rumah.
Sambutan pertama itu memberikan
pengaruh besar dan apa yang baik untuk tamu baik
pula untuk anggota keluarga.
Rasulullah saw. bersabda: "Tugas
seorang wanita adalah membukakan pintu
dan menyambut suaminya."
Imam Shadiq a.s. mengatakan:
"Seorang wanita yang menghormati suaminya dan
tidak merepotkannya akan
beruntung dan menjadi makmur."
Rasulullah saw. juga bersabda:
"Seorang istri bertugas untuk menyediakan
sebuah baskom dan handuk untuk
membasuh tangan suaminya."
Berhati-hatilah agar tidak menghinanya,
jangan berkata kasar kepadanya,
jangan menyalahinya, jangan
mengabaikannya, dan jangan memanggilnya dengan
julukan yang tidak baik. Bila
anda menyerangnya, ia pun lalu akan menyakiti
anda. Akhirnya rasa cinta dan
percaya akan rapuh. Kemudian anda akan terus
menerus berkelahi dan
berbantah-bantahan yang akan menjurus kepada perceraian.
Bahkan bila anda meneruskan untuk
hidup bersamanya, kehidupan anda berdua akan
penuh berisi kekacauan. Perasaan bermusuhan dan gangguan kejiwaan
dapat
berkem-bang terus hingga ke suatu
titik yang dapat membahayakan kehidupan
pasangan tersebut yang dapat menjurus
kepada perbuatan jahat (kriminal).
Cerita berikut ini akan inenggambarkan
beberapa di antara permasalahan
tersebut di atas:
Seorang laki-laki, berusia 22 tahun,
menusuk istrinya yang berumur 19
tahun hingga menemui ajalnya
setelah sang istri menyalahkannya. Di pengadilan ia
bercerita: "Saya menikah
dengan wanita ini setahun yang lalu. Pada awalnya,
istri saya sangat mencintai saya,
tetapi tak lama kemudian dia berubah dan mulai
menghina saya. Dia selalu
menggunakan kata-kata kotor kepada saya setiap ada
kesempatan dan selalu
menertawakan karena hal-hal sepele. Karena mata saya
juling, istri saya pun selalu
memanggil saya dengan sebutan 'keledai buta'.
Pada suatu hari, ia memanggil
saya dengan sebutan 'keledai buta', dan saya
menjadi sangat marah sehingga
saya menusuknya sebanyak 15 kali dengan pisau.
4.
Jangan Mengeluh dan Mengumbar Penderitaan Sembarangan
Tak ada seorang pun yang tidak mempunyai
persoalan dan penderitaan yang
berkenaan dengan kehidupan
sehari-hari. Siapa pun ingin mempunyai teman yang
penuh perhatian tempat ia mengadu
dan mau mendengarkan persoalan-persoalannya.
Tetapi yang harus diingat adalah
bahwa "segala sesuatu itu ada tempat dan
waktunya sendiri-sendiri. Orang
harus menyadari waktu dan kesempatan yang tepat
untuk mengeluh. Ada wanita yang
tidak peduli bahwa suaminya sedang dalam keadaan
lelah dan letih Setelah bekerja
sepanjang hari. Ia bukannya menunggu satu atan
dua jam agar suaminya segar
kembali, tapi bahkan menyerangnya dengan serentetan
keluhan.
Sebagai contoh, sang istri mungkin
berkata:
Kau meninggalkan aku dengan anak-anak
yang nakal-nakal ini lalu pergi.
Ahmad memecahkan gelas di muka
pintu ruang depan, anak perempuan kita berkelahi,
rasanya aku akan nenjadi gila
dengan suara anak-anak di luar. Rasanya tidak mau
belajar sama sekali dan ia
mendapat nilai-nilai yang jelek. Aku telab bekerja
berat sehari ini. Aku lelah
sekali. Tak seorang pun mau mendengar
teriakan--teriakanku. Anak-anak
ini tidak mau membantu mengerjakan pekerjaan
rumah tangga. Kalau saja aku tak
mempunyai seorang anak pun ! Omong-kosong
dengan sandara perempuanmu yang
datang lagi untuk membantuku. Aku tak tahu apa
yang terjadi dengannya. Dia
berkelakuan seolah-olah aku telah menelan uang
peninggalan ayahnya. Mudah-mudahan
Tuhan menyelamatkan aku dari ibumu ! Ia telah
menjelek-jelekkan aku di
belakangku. Aku sudah kenyang dengan mereka semua.
Selain itu tadi, jariku teriris.
Aduh sakitnya!
Sayang sekali, aku pergi ke pesta
perkawinan Muhammad, kemarin. Pasti kau
melihat istri Rashid. Betapa
cantiknya ! Seharusnya Allah menganugerahkan nasib
yang sama kepadaku. Memang ada
pria-pria yang begitu mencintai istrinya. Mereka
membelikan istrinya barang-barang
yang indah-indah. Mereka adalah suami yang
sejati. Ketika Rashid memasuki
ruangan, semua orang menghormatinya. Memang benar
orang hanya tertarik kepada orang
lain dari pakaian luarnya saja. Apa sih yang
dimilikinya yang tidak kumiliki ?
Mengapa ia pamer di hadapanku? Oh ya, ia
beruntung mempunyai suami yang
mencintainya, ia tidak seperti aku!
Aku tak tahan lagi tinggal di rumah ini,
mengurus kau dan anak-anakmu.
Lakukan saja apa yang kan sukai.
Sikap yang demikian ini tidak benar.
Wanita semacam itu tentu berpikir
bahwa suaminya pergi pesi'ar atau
bersenang-senang setiap han. Kaum laki-laki
menjumpai beratus-ratus persoalan
setiap hari. Ibu yang baik ! Anda tidak tahu
apa yang dikerjakan suami anda
bila ia sedang bekerja. Anda tidak mengerti
orang-orang kasar dan licik macam
apa yang ia jumpai sepanjang hari. Maka bila
ia pulang, anda selayaknya tidak
boleh menyuguhkan semua keluhan anda pada waktu
yang sama. Jangan sampai ja
merasa bersalah sebagai seorang pria. Berlaku baik
dan bijaksanalah kepadanya. Bila
anda menambah kecemasannya dengan mengomel dan
merengek-rengek, maka ia akan
memulai percekcokan atau pergi begitu saja
meninggalkan rumah ke tempat
hiburan, bioskop atau bahkan mondar-mandir di
jalanan.
Karena itu, ibu yang baik !
Demi Allah, hentikanlah kebiasaan
mengeluh dalam waktu yang tidak tepat
itu. Carilah saat yang tepat dan
kemudian ceritakanlah masalah anda yang
sebenar-benarnya, tidak dengan
mengeluh tetapi dengan cara meminta bantuan
pemecahan. Dengan cara ini anda
tidak menciptakan perasaan bermusuhan dalam
dirinya dan ikatan keluarga tetap
aman.
Rasulullah saw. bersabda: "Shalat
seorang wanita yang mengganggu suaminya
dengan lidahnya, tidak diterima
oleh Allah, walaupun dia berpuasa setiap han,
bangun untuk melakukan shalat di
waktu malam, membebaskan beberapa budak dan
membelanjakan uangnya di jalan
Allah. Wanita dengan lidah busuk yang mengganggu
suaminya dengan cara seperti ini
adalah orang pertama yang akan memasuki
neraka."
Duhai Ibu yang baik !
Bila anda menyayangi suami dan anak-anak
anda, maka anda harus
menghentikan sikap yang tidak
pantas dan tidak masuk akal ini.
Apakah anda pernah berpikir bahwa
kelakukan anda yang salah ini akan
mengakibatkan pecahnya kehidupan
keluarga anda ?
Seorang dokter memberikan kesaksiannya di
pengadilan:
Saya belum pernah melihat istri saya
berkelakuan seperti Iayaknya searang
istri selama kami menikah. Rumah
kami selalu berantakan. Dia selalu
berteriak-teriak dan marah-marah.
Saya tak tahan hidup dengannya. Setelah saya
memberinya uang saya menceraikannya.
Dokter itu berkata dengan gembira : "Bila
dia menginginkan dan meminta
semua kekayaan saya dan bahkan titel
saya sebagai dokter, saya akan
memberikannya asalkan bisa lebih cepat
berpisah dengannya."
5. Bersikaplah Yang Menyenangkan
Seseorang yang memiliki sifat-sifat yang
baik dengan sikap yang
menyenangkan juga tetap akan
menghadapi kesulitan dan permasalah hidup yang
sama. Namun inilah jenis
kepribadian yang menarik yang dicari orang. Sikap dan
sifat seseorang yang menyenangkan
akan membuatnya kebal terhadap kekacauan jiwa
karena sikap hidup mereka adalah
mengatasi kesulitan dengan cara yang terbaik
dan layak.
Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Tak
ada hidup yang lebih enak daripada yang
menyenangkan."
Tetapi sebaliknya, seseorang yang
memiliki sifat-sifat jelek akan
mendapati hidup ini tidak
menyenangkan karena hubungan orang-orang semacam ini
menimbulkan kecemasan dan
ketidakbahagiaan hidupnya. Sikap semacam ini dihindari
oleh kebanyakan orang karena akan
mengakibatkan semuanya berakhir dengan hanya
sedikit teman yang tersisa.
Kemudian ini semua menjadi suatu keadaan yang
diikuti oleh masalah-masalah
psikologis dan penyakit-penyakit lain yang
disebabkan oleh kecemasan dan
kekosongan yang membuatnya bersikap tidak baik
terhadap hidup.
Rasulullah saw. bersabda: "Orang
yang memilih sikap dan sifat jelek akan
selalu mendapatkan permusuhan dan
penderitaan."
Sikap yang baik dan menyenangkan
merupakan sesuatu yang penting di
kalangan semua orang pada umumnya
dan di kalangan pasangan khususnya karena
pasangan harus hidup bersama dan
membangun kehidupan yang saling berhubungan.
Ibu yang baik !
Bila anda ingin menikmati kehidupan yang
menyenangkan bersama suami dan
anak-anak, jadikanlah sikap anda
menyenangkan dan dapat diterima. Bersifat baik
dan tidak selalu bertengkar. Anda
mampu menjadikan rumah anda sebagai surga yang
agung ataupun neraka yang
menyala. Anda bisa men-jadi bidadari yang penuh kasih
di mana anak-anak dan suami akan
mendapatkan kedamaian pada diri anda. Tahukah
anda betapa indahnya kesan yang
anda tinggalkan di dalam hati mereka lewat
senyum yang manis dan bahasa yang
halus. Kesan yang menyenangkan itu selalu
segar da!am ingatan mereka ketika
mereka berangkat bekerja atau ke sekolah dan
membantu mereka untuk memulai
hari yang indah.
Karena itu, bila anda menyayangi kualitas
kehidupan anda dan hubungan anda
dengan suami, jangan bersikap
tidak baik. Bersikap baiklah, karena pilar
pendukung yang utama untuk
keamanan perkawinan adalah etika yang diatur dengan
baik yang menjurus kepada sikap
yang menyenangkan.
Kebanyakan perceraian yang terjadi
disebabkan karena perbedaan sifat
antara suami istri. Dari data
statatistik dapat disimpulkan bahwa pada
pasangan-pasangan yang melakukan
perceraian tidak terdapat adanya kesamaan dalam
sikap, nilai-nilai moral, dan
watak. Sumber utama percekcokan dan pertengkaran
keluarga adalah perbedaan watak
dan nilai-nilai dan prinsip--prinsip etika.
Seorang wanita mengeluh di pengadilan bahwa
suaminya selalu makan siang
dan makan malam di luar. Lalu
suaminya menjelaskan bahwa alasan mengapa Ia
selalu makan di luar adalah
karena sang istri sama sekali tidak menimbulkan
keinginan untuk makan dan bahwa
ia adalah wanita yang berwatak paling jelek di
dunia. Tiba-tiba sang istri
bangkit dan mulai memukuli suaminya di hadapan para
jaksa. Wanita bodoh itu berpikir
bahwa dengan mengeluh, menyakiti dan memukuli
suaminya ia dapat membawanya
pulang ke rumah kembali. Namun, Ia tidak
menggunakan cara yang sederhana
dan cerdas yaitu dengan lebih berhati-hati dan
mencari cara yang Iebih wajar.
Wanita lain melaporkan kepada pengadilan
bahwa suaminya sudah tidak pernah
berbicara kepadanya selama 15
bulan dan bahwa ia memberikan belanja rumah
tangganya melalui ibunya. Suaminya menjawab bahwa ia sudah cukup
menahan watak
istrinya yang jelek itu yang
membuatnya memutuskan untuk tidak berbicara
kepadanya selama 15 bulan.
Kebanyakan pertengkaran keluarga dapat
diatasi dengan ke-balkan hati,
kasih sayang dan watak yang baik.
Bila suami anda tidak baik hati, bila ia pergi
makan malam sendiri, bila ia suka
menyakiti, menghambur-hamburkan semua
kekayaannya, mengatakan hal-hal
tentang perpisahan dan perceraian atau sejumlah
penyebab pertengkaran keluarga, hanya
ada satu jalan untuk mengatasinya. Caranya
adalah dengan berbaik hati dan
bersikap baik. Hasil daripada perbuatan ini
menakjubkan.
Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Allah
SWT akan mengganjar orang yang
berwatak seperti orang-orang yang
berjihad. Ia akan mengaruniakan berkahNya
kepada orang itu siang dan
malam."
Imam Shadiq a.s. mengatakan: "Wanita
yang mengganggu dan membuat suaminya
cemas, dijauhkan dari berkah
Allah, dan wanita yang menghormati suaminya, patuh
dan tidak membuatnya menderita,
akan mendapat berkah dan kemakmuran."
Ada suatu hadis yang menceritakan bahwa
Nabi Muhammad saw. Diberitahu
tentang adanya seorang wanita
yang berpuasa setiap hari, dan melakukan shalat di
waktu malam, tetapi ia mempunyai
watak yang jelek dan selalu menyakiti
tetangganya dengan lidahnya yang
tajam. Nabi menjawab: "Tidak ada kebaikan
padanya dan ia adalah penghuni
neraka."
Akhir kata, semoga bermanfaat,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar